hero
Erick Thohir. (inter.it)

EDITOR : TITO SIANIPAR

6 Juni 2016, 20:40 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pengusaha Erick Thohir melepas sekitar 70 persen sahamnya di klub Italia, Inter Milan kepada perusahan Cina, Suning Commerce Group Ltd. Akuisisi tersebut bernilai 270 juta Euro atau setara dengan Rp 4,1 triliun.

"Suning akan memasukkan investasi modal di Inter Milan yang bisa membantu menarik pemain bertalenta," kata Zhang Jindong, Chairman Suning Holdings Group, seusai penandatanganan di Nanjing, Senin 6 Juni 2016.

Selain Zhang Jindong dan Erick Thohir, turut hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Inter Javier Zanetti. Sejauh ini tidak ada perubahan dalam manajemen Inter, yang mana pelatih tetap diemban Roberto Mancini dan Michael Bolingbroke sebagai chief executive.

"Bisnis kami adalah bisnis internasional dan brand kami juga akan membesar di Eropa. Sekarang kami punya aliansi dengan klub top Eropa bahkan dunia," kata Jindong. "Sepakbola tumbuh dalam skala yang fantastis di Cina. Akuisisi saham Inter ini adalah kebijakan strategis," imbuh dia.

"Saya yakin pengambilalihan Inter dengan segala kejayaan masa lalunya, adalah sebuah misi dan tanggung jawab. Menjadi bagian dari klub ini adalah tanggung jawab yang besar. Saya berterima kasih Thohir memilih kami," ujarnya.

Erick Thohir sendiri mengaku senang dengan penjualan ini. "Olah raga, terutama sepak bola, sedang menguasai Cina. Kami bangga kamu memutuskan untuk berinvestasi di klub ini. Inter adalah brand dengan sejarah 108 tahun yang membanggakan. Klub ini akan hadir lebih sering di Cina," kata dia.

Senada dengan Jindong, penjualan saham yang mendatangkan dana segar, kata Thohir, dibutuhkan untuk pengembangan klub. "Kami butuh pemain hebat. Mereka dibutuhkan untuk membesarkan klub," ujar Thohir, yang tetap menjadi Presiden Inter Milan dengan status pemegang saham minoritas tunggal.

Thohir melalui International Sports Capital membeli 70 persen pada 2013. Waktu itu, ia membelinya seharga 250 juta Euro. Tiga tahun di bawah kepemimpinan Thohir, Inter disebut mengalami kegagalan karena tak meraih satu trofi pun. Penampilan terbaik Inter hanya finis di urutan 4 Serie A musim 2015-2016.

Meski begitu, Thohir masih optimis dengan masa depan Inter. "Saya yakin kerja sama ini akan membuahkan sukses besar. Oleh karena itu saya sangat senang akan kerja sama dengan Suning ini," kata pemilik Grup Mahaka ini.

Pembelian saham Inter ini dinilai pengamat sebagai sesuatu yang menguntungkan Suning. "Strategi olahraga dapat membantu Suning menumbuhkan lebih banyak pelanggan setia di pasar e-commerce yang kompetitif," kata analis Bloomberg Liao Xinyu.

Akuisisi mayoritas saham Inter, kata Xinyu, merupakan strategi yang tepat untuk mendukung lini bisnis lainnya. "Jika sebuah platform online dapat meningkatkan pelanggan dari Inter Milan, itu mungkin untuk menarik pasar," ujarnya.

TITO SIANIPAR | DEVY ASHARI | BBC | FOOTBALL ITALIA | FOURFOURTWO | BLOOMBERG

 

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments