Eropa Banjir

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

3 Juni 2016, 15:25 WIB

EROPA

Banjir yang melanda ibu kota Prancis, Paris, bertambah parah, pada Jumat, 3 Juni 2016. Ketinggian banjir sudah berada pada level darurat. Banjir membuat ribuan orang harus dievakuasi dari tempat tinggal mereka. Tak hanya itu, beberapa lokasi wisata di Paris juga terpaksa ditutup. Banjir kali ini adalah yang terparah menerjang Paris dalam satu abad terakhir.

"Ini sungguh mengherankan. Saya tidak pernah melihat bencana seperti ini sejak saya tinggal selama lebih dari 30 tahun di Paris," ujar Olivier, seorang warga di Paris.

Banjir di Paris disebabkan oleh meluapnya sungai Seine. Saat ini, ketinggian air sungai sudah naik sekitar 5 meter dari kondisi normal. Banjir juga melumpuhkan transportasi di Paris. Kereta komuter bawah tanah yang beroperasi di sepanjang jalur sungai Seine sementara tidak beroperasi.

Berdasarkan laporan media setempat, Jumat malam, ketinggian air sungai Seine diprediksi akan terus naik hingga 5,6 meter. Tahun 1910, banjir parah sempat menerjang Paris. Saat itu, ketinggian air sungai Seine mencapai 8,6 meter.

Salah satu lokasi wisata di Paris, Museum Louvre terpaksa ditutup karena banjir. Begitu pula dengan Museum Orsay yang terletak di tepi sungai Seine, terpaksa ditutup sepanjang Jumat ini.


Presiden Prancis, Francois Hollande telah mengumumkan situasi darurat bencana. Francois berjanji akan memberikan bantuan berupa uang untuk mengatasi kerusakan akibat banjir.

"Menanggapi fenomena alam ini, kita harus sadar bahwa kita harus bekerja sama untuk menanggulanginya," ungkap Presiden Prancis Francois Hollande dalam konferensi persnya di Paris, Jumat, 3 Juni 2016.

Laporan sementara, sekitar 21.700 rumah di Paris dan kawasan Loiret tidak bisa dialiri listrik. Jalur tranportasi sungai dari Paris menuju Bordeaux, kota pelabuhan di bagian barat daya Prancis, juga terputus.

Di Nemours, kota yang terletak di selatan Paris, sekitar 3.000 warganya terpaksa dievakuasi. Nemours adalah wilayah terparah di Prancis yang terdampak banjir kali ini. Proses evakuasi warga di Nemours dibantu oleh petugas pemadam kebakaran setempat.

Selain di Prancis, banjir juga melanda Jerman. Puluhan kota di negara ini terendam banjir. Kawasan yang terparah adalah di Jerman bagian selatan, tepatnya di Distrik Rottal Inn. Sementara kota lainnya yang terdampak yaitu di Triftern.

Banjir di Prancis dan Jerman disebabkan intensitas hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir. Sejauh ini dilaporkan 11 orang tewas di dua negara eropa tersebut. Sembilan korban tewas di Jerman, sementara dua lainnya di Prancis.

APTN | REUTERS 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments