EDITOR : DEWI RACHMAYANI

2 Juni 2016, 16:25 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Siapa tak kenal Sayakuv? Penghuni jagad maya di Indonesia pasti kenal akun @sakayuv di Instagram dan YouTube. Pemilik akun ini, Ivo Saka Yuvens, biasa disapa Sakayuv, seorang remaja berusia 18 tahun. Umurnya memang masih belia, tapi followers-nya di Instagram tak main-main, 552 ribu orang! Sementara di YouTube, akunnya diikuti 14.700 subscribers.

Hampir setiap foto atau video yang Sakayuv posting, dibanjiri hadiah love oleh pengikutnya. Penyebabnya simpel, postingan-nya mampu membuat orang lain terhibur. Tema yang diangkat, dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Hobi membuat video muncul sejak kelas 6 SD. Tahun 2014, saat indovidgram sedang booming, Sakayuv ikut membuat video lipsync yang ia posting ke Instagram. “Dulu cuma posting video lipsync dan banyak yang suka akhirnya ketagihan bikin video lagi,” ungkap Sakayuv saat dihubungi Netz, Rabu, 1 Juni 2016.

Video,Sakayuv buat sendiri mulai dari ide hingga editing. Sunting gambar ia pelajari sejak SD di mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. “Dulu belajar editing coba-coba sejak SD kelas 6. Diajari guru TIK bikin di Movie Maker. Kalau teknik-tekniknya belajar dari YouTube.”

Peralatan yang digunakan, sederhana. Untuk background ia gunakan green screen berupa kain hijau. Untuk ide, Sakayuv tak selalu mudah menemukannya. Apalagi ia baru saja lulus sekolah. Sebagian besar karyanya, memang tak jauh dari cerita anak sekolah. Namun, sesusah-susahnya menemukan ide, Sakayuv disiplin untuk terus hasilkan karya baru. Tidak heran, dalam 2 tahun, sudah ada 199 karya yang ia posting di Instagram.

 

Foto Instagram @sakayuph

 

Dengan jumlah followers lebih dari setengah juta, banyak produsen yang menggunakan kreativitas Sakayuv untuk endorse suatu produk. Ada 30 video promosi yang sudah ia buat. Uang yang dihasilkan, digunakan untuk biaya kuliah. Saat ini, Sakayuv baru saja lulus dari SMA Negeri 6 Yogyakarta.

Selama menjadi selebriti Instagram, Sakayuv tak selalu menuai pujian. Ada juga yang mencibir karyanya. Namun, komentar miring tak pernah ia tanggapi dengan serius. Sakayuv telah menemukan passion-nya dalam berkarya. Dan ia tak akan berhenti hanya karena cibiran segelintir orang. Pantang menyerah, jadi prinsipnya dalam berkreasi. Ini juga yang menjadi pesannya bagi orang lain yang ingin membuat karya di media sosial, “Yang penting jangan menyerah, terus mencoba. Jangan ikut-ikutan orang dan jadi dirimu sendiri.”

Reporter: Diyas Pradana

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments