Hari Lahir Pancasila

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

1 Juni 2016, 21:10 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Libur telah tiba, libur telah tiba, hore-hore...

Cuplikan lagu Tasya Kamila ini tampak cocok untuk menggambarkan kegembiraan atas kabar yang datang dari Presiden Joko Widodo. Bukan soal paket kebijakan ekonomi, politik atau hukum, namun soal penambahan hari libur nasional.

Presiden Jokowi baru saja menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasioal. Penetapan tersebut untuk memperingati lahirnya dasar negara kita, Pancasila. Kabar ini disampaikan oleh Jokowi saat menghadiri peringatan Pidato Bung Karno di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, 1 Juni 2016.

“Pancasila harus dijaga kelanggengannya. Maka dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT, Keputusan Presiden, tanggal 1 Juni diliburkan dan diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila". 

Presiden Joko Widodo hadiri peringatan Pidato Bung Karno di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 1 Juni 2016. (NET/Iman Baruna)

‚ÄčJokowi menambahkan jika sebagai landasan negara, Pancasila harus diketahui sejarahnya.

“Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara harus diketahui asal-usulnya oleh bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Penambahan hari libur nasional ini pun disambut baik oleh sebagian masyarakat. 

“Senang dong karena banyak libur. Tidak berangkat ke kantor tapi dibayar. Tapi yang lebih penting, ada tambahan waktu untuk berkumpul dengan keluarga,” ujar Echo Agripa Sembiring, seorang manajer di perusahaan asing yang sempat dihubungi NET.

Penetapan 1 Juni sebagai hari libur nasional menambah jumlah hari libur yang sudah ada sebelumnya. Tahun 2015 dan 2016 tercatat ada 15 hari libur nasional dan 4 hari cuti bersama, dengan total 19 hari. Dengan adanya keputusan baru ini, maka jumlah hari libur nasional di tahun 2017 bertambah 1 hari menjadi total 20 hari.

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berpidato di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 1 Juni 2016. (NET/Iman Baruna)

Selain Presiden Joko Widodo, acara peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, juga dihadiri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua DPD Irman Gusman, serta para menteri kabinet.


Kelahiran Pancasila dikaitkan dengan pidato Presiden ke-1 RI Soekarno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945. Materi pidato itu kemudian menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, hingga akhirnya disepakati sebagai dasar negara dalam rumusan final tanggal 18 agustus 1945.

Reporter : Indra Raharja

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments