Strategi Bisnis

EDITOR : PUTU DYAH

31 Mei 2016, 16:40 WIB

INDONESIA

Flying Noodle atau Mie Terbang mendadak ramai dibicarakan anak muda Yogyakarta. Sesuai namanya, mie ini bisa terbang! Tanpa perlu dipegang, gulungan mie bisa terangkat dari piring. Saking uniknya, foto mie terbang berseliweran di Instagram, Path, Twitter dan media sosial lainnya. Bukan cuma itu, ada lagi Kue Cubit Randa Kembang. Foto kue tradisional yang dibuat warna-warni dengan aneka topping ini banyak dibicarakan di dunia maya. Orang-orang yang penasaran dengan rasanya bahkan rela langsung meluncur ke Bandung. This is the power of social media viral! 

Usaha mie terbang dan kue cubit  sama-sama mendapat keuntungan. Mereka berhasil mengundang banyak pembeli tanpa perlu pemasaran khusus. Mereka punya agen marketing gratis, yaitu masyarakat yang menyebarkan foto makanan di Instagram, check in di Path, atau memberi testimoni di Twitter. Info langsung tersebar oleh pelanggan yang puas dengan rasa makanan juga tampilan uniknya. It seems simple, right? 

Keunikan tampilan makanan ini ramai dibicarakan di media sosial. (Twitter @randakembang | Instagram @makan_minumjogja)

Kalau kamu mau menerapkan cara ini, pastikan strategi kamu bisa menarik konsumen. Cita rasa dan tampilan sajian harus seimbang. Jangan sampai makanan atau dessert yang kamu jual punya bermacam warna, tapi pembuatannya memakai pewarna yang bahaya buat konsumen. Kepuasan pelanggan tetap harus nomor satu.

Nah, kebiasaan posting makanan di media sosial juga bisa kamu kembangkan menjadi profesi food blogger. Salah satunya, Staniuslaus Haus, penulis jurnal yang berkreasi di eatandtreats.blogspot.com. Sesuai namanya, pekerjaan ini mengombinasikan makanan dengan blog dan membuatnya jadi viral.

 "Aku datang ke restoran untuk fotoin makanan, unggah di social media, aku kasih review jujur dan unggah di website aku," jelas Stanislaus. Dengan profesi ini, Hans bisa menjalani hobinya sekaligus mendapat penghasilan. 

Potret bisnis makanan dan fenomena viral, membuktikan ucapan Steve Ballmer, eks CEO Microsoft. "The number one benefit of information technology is that it empowers people to do what they want to do. It lets people be creative. It lets people be productive. It lets people learn things they didn't think they could learn before, and so in a sense it is all about potential"

Berkembangnya teknologi informasi membawa keuntungan, membuat orang jadi produktif, dan kreatif. Banyak hal yang sebelumnya nggak terpikir justru menjadi inovasi. Usaha makanan, hobi fotografi, dan perkembangan media sosial bisa tergabung dalam satu terobosan yang ciamik. Bagaimana, sudah ada strategi untuk mem-viral kan bisnismu? 

Citizen Journalist: Eki Arum Khasanah | Weekendlist NET

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments