hero
Stephen Curry meluapkan emosinya. (USATODAY/Kyle Terada)

Final NBA 2016

EDITOR : TITO SIANIPAR

31 Mei 2016, 13:07 WIB

AMERIKA SERIKAT

Oracle Arena, markas Golden State Warriors menjadi mimpi buruk bagi Oklahoma City Thunder. Di game ke-7 final wilayah barat, Kevin Durant dan rekan-rekannya harus akui keperkasaan Warriors. OKC yang sempat unggul 3-1, menyerah dengan skor akhir 4-3. Hal ini membuat GSW menjadi Tim ke-10 dalam sejarah NBA yang bisa membalikkan keadaan setelah ketinggalan 3-1.

Di game penentuan yang berlangsung Selasa, 31 Mei 2016 waktu Indonesia, Durant hanya mencatatkan total 27 poin dan Russell Westbrook 19 poin. Bahkan di kuarter ketiga, OKC hanya bisa mencetak 12 poin. Padahal di paruh pertama laga, OKC unggul 48-42. Buntutnya di akhir laga, OKC harus mengakui keunggulan GSW dengan skor 96-88. 

Pahlawan untuk Warriors adalah duet Splash brother yang lagi-lagi membawa Tim asuhan Steve Kerr ini mengkilap. Stephen Curry yang menyumbangkan poin tertinggi dengan 36 poin Dan 8 assist. Sementara Thompson menyumbang 21 poin.

Berbeda dengan 4 pertandingan diawal, OKC kesulitan meredam the Splash brothers dengan spesialisasi mereka yakni tembakan 3 angka. Steph berhasil melesakkan 7 three poin dari 12 percobaan. Sementara Thompson menyumbang 6 tembakan tiga angka. Untuk Curry, satu rekor lagi ditorehkannya dengan mencetak 32 poin, tertinggi sepanjang 7 laga final wilayah barat.

Final akan berlangsung Jumat pagi waktu Indonesia. Warriors sudah ditunggu tim yang sama dengan final musim lalu, Cleveland Cavaliers. Pada 2015 Warriors berhasil kalahkan Lebron James dan rekan rekannya di game ke-6. Gelar Warriors merupakan piala pertama dalam 40 tahun terakhir. 

Namun pemegang rekor kemenangan 73 Kali di babak playoff ini harus berjuang hadapi Cavs yang punya ambisi balas dendam. Apalagi untuk King James yang dalam 6 musim beruntun berhasil masuk ke final. Walau enam kali ke final, koleksi cincin NBA terakhir didapatkan Lebron empat tahun lalu saat masih berseragam Miami Heat.

Cavs juga akan tampil dengan tim penuh di final. Lebron sudah bisa berbagi tugas dengan Kevin Love yang musim lalu harus absen di final, begitupula dengan Kyrie Irving. Saatnya berharap: biarkan yang terbaik menang!

Penulis: Gieta Mahyarani

21

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments