Rempah Andaliman

EDITOR : PUTU DYAH

30 Mei 2016, 17:35 WIB

SUMATERA UTARA, INDONESIA

Bentuknya berupa bulatan kecil, berwarna hijau dan tersusun berangkai. Aromanya seperti jeruk, tapi saat digigit menimbulkan sensasi kelu di lidah. Inilah andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) rempah yang jadi kuncian aneka hidangan lezat khas Sumatera Utara.  Secara alami, rempah ini cuma bisa kita temukan di Kabupaten Toba Samosir dan Tapanuli Utara.  Bentuk pohon andaliman sangat mirip pohon lada atau merica, karena itu andaliman sering disebut merica Batak.

Sejak dulu, Indonesia terkenal kaya akan rempah, termasuk andaliman. Catatan sejarah tentang andaliman ada di buku 'History of Sumatra' karya William Marsden tahun 1811. Di buku ini ada surat-surat dari Charles Miller, ahli botani yang melakukan ekspedisi tentang tumbuhan Cassia (perdu dan polong-polongan) di pedalaman tanah Batak. "Di sini saya bertemu hal luar biasa, semacam semak berduri yang disebut penduduk sebagai andalimon. Berbentuk bulat, memiliki rasa pedas yang menyenangkan di lidah. Mereka menggunakannya dalam gulai kari mereka," ujar Miller dalam suratnya yang bertanggal 7 Juli 1772. ‚Äč

Sesuai catatan itu, sampai sekarang masyarakat Batak, khususnya Batak Toba masih setia  menggunakan andaliman. Terutama untuk masakan tradisional seperti arsik (gulai ikan mas), saksang dan sambal tinuktuk.  Rempah ini bahkan banyak digunakan di luar negeri, seperti Jepang, Cina dan India. Kalau di Amerika, andaliman dikenal sebagai Sichuan Pepper dan bisa ditemukan di Asian Food Store. 

Nah kalau kamu tertarik untuk cari tahu soal andaliman bisa main ke Pulau Samosir. Hutan di tengah Danau Toba Ini,  menyimpan pohon-pohon andaliman yang masih liar. Buah andaliman ada di antara duri-duri batangnya.  Untuk memetik langsung, kita harus masuk ke dalam hutan dan menerabas semak di sekitarnya. Usaha ekstra ini menjadikan harga andaliman cukup tinggi dari rempah lain, yaitu sekitar Rp 100 ribu per kilogram. Bahkan kalau sedang langka di pasaran, harga andaliman bisa sampai Rp 250 ribu per kilogram. 

“Orang-orang belum pernah membudidayakan andaliman atau menanamnya di rumah. Persebaran adaliman karena kebakaran hutan, biji-bijinya langsung tumbuh sendiri di tanah," jelas Blasius Turnip, Kepala Bidang Perlindungan Hutan Kabupaten Samosir. Karena kondisi ini, sebagian orang mulai terdorong untuk membudidayakan andaliman. Menurut mereka, kalau andaliman sampai punah, maka hilang juga citarasa kuliner khas Batak Toba. Dengan sentuhan andaliman, masakan Batak bisa jadi tabo nai puang, enak sekali bah! 

Reporter: Fransiska Wuri 

15

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments