hero
Rita Krisdianti, TKI asal Ponorogo, Jawa Timur. (NET/Soni Misdananto)

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

30 Mei 2016, 18:36 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Pengadilan Tinggi Penang, Malaysia, menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Rita Krisdianti, warga Indonesia yang ditangkap lantaran membawa narkotika jenis sabu. Lembaga Swadaya Masyarakat, Migrant Care, sejauh ini sudah berkoordinasi dengan perwakilan RI di Malaysia untuk ajukan banding.

"Pemerintah akan siapkan langkah-langkah mengajukan banding. Kita sudah koordinasi dengan perwakilan kita di Malaysia," tegas Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah.

Peluang Rita lolos hukuman mati masih ada karena vonis baru jatuh di pengadilan pertama. Peluang banding masih terbuka pada Mahkamah Rayuan dan Mahkamah Federal Malaysia.

Rita menjadi korban yang terjebak sindikat narkoba, sama dengan modus yang dialami Mary Jane dan Dwi Wulandari

"Kalau lihat kronologi bagaimana Rita menjadi korban yang terjebak sindikat narkoba, sama dengan modus yang dialami Mary Jane dan Dwi Wulandari. Mestinya pengacara bisa mendorong hal itu sehingga bukti-bukti meringankan bisa diupayakan," kata Anis kepada NET, Senin, 30 Mei 2016, di Jakarta.

Sementara, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, beserta Kementerian Luar Negeri, juga terus upayakan bantuan hukum bagi Rita. "Pemerintah berusaha berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di malaysia untuk melihat penanganan hukuman matinya seperti apa. Jadi sedang dikoordinasikan," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, saat ditemui NET di Gedung DPR RI, Jakarta.

Rita Krisdianti ditangkap di Bandara Internasional Bayan Lepas, Penang, Malaysia, pada 10 Juli 2013. Rita kedapatan membawa narkotika jenis sabu seberat 4 kilogram.

Rita pertama kali berangkat sebagai Tenaga Kerja Indonesia pada Januari 2013. Saat itu, ia bekerja di Hong Kong. Selang tujuh bulan kemudian, Rita sempat pulang ke kampung halamannya di Ponorogo, Jawa Timur.

Namun, buruh migran berusia 27 tahun tersebut kemudian ditawari bisnis kain dan pakaian oleh temannya di Makau. Rita kemudian diberi tiket untuk penerbangan ke New Delhi, India dan Penang, Malaysia. Di New Delhi, Rita dititipkan sebuah koper yang disebut berisi pakaian untuk dijual. Tetapi setelah singgah di Malaysia, polisi menangkapnya karena koper Rita tenyata berisi narkoba.

Reporter: Tania Fransisca/Jabal Rahmat

12

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments