Pemeriksaan KPK

EDITOR : PUTU DYAH

24 Mei 2016, 13:20 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Jakarta- Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi  pada Selasa, 24 Mei 2016. Pemeriksaan ini terkait kasus penangkapan panitera sekaligus sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Nurhadi  tiba pukul 10 pagi datang tanpa penjagaan polisi maupun KPK. Pria yang berstatus saksi ini langsung masuk tanpa memberi keterangan pada awak media.

KPK menjadwalkan pemanggilan Nurhadi Jumat, 20 Mei 2016 lalu. Namun ia tidak memenuhi panggilan. KPK juga menyita uang Rp 150 juta, satu mobil, dan satu motor dari kediaman Nurhadi di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan.

Selain Nurhadi, hari ini KPK juga memanggil beberapa orang polisi sebagai saksi, serta tersangka pemberi suap Doddy Aryanto Supeno dan Edy Nasution.  Edy tertangkap tangan menerima uang sebesar Rp 50 juta Desember lalu. Ia diduga sudah menerima suap Rp 100 juta dari yang dijanjikan Rp 500 juta.

Setelah penangkapan Edy, KPK menggeledah ruang kerja Nurhadi, Kamis pekan lalu. Selain Edy, KPK menetapkan Doddy sebagai tersangka perantara pemberi suap. Kedua ditahan di rumah tahanan kelas satu Cipinang. 

WISNU ADI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments