hero

Bisnis Kreatif

EDITOR : ADRIAN ZAKHARY

18 Mei 2016, 13:17 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Didepan kamu ada sebatang kayu, apa yang akan kamu lakukan?

Di tangan kreatif anak-anak muda Indonesia, kayu-kayu ini bisa diubah menjadi sebuah bisnis berbasis ramah lingkungan. Meski terkesan klasik, namun hasil kreasi mereka mampu menembus pasar dunia. Penggemarnya pun bukan dari kalangan baby boomers, melainkan generasi milenia yang menjadikan kreasi kayu sebagai bagian dari lifestyle.

Ini lah tiga bisnis yang berbahan dasar kayu:

1. Jam Tangan Kayu 

Bisnis Jam Tangan Matoa didirikan oleh Lucky Danna Aria pada Februari 2012 lalu. Idenya berawal dari keinginannya untuk membuat produk dalam industri kreatif tanah air. Apalagi sumber daya alam Indonesia yang melimpah, membuatnya ingin memanfaatkan secara bijak kayu-kayu di Indonesia.

"Awalnya memang saya pengen punya satu produk yang bisa bantu industri kreatif, dulu saya punya jam kayu buatan Amerika Serikat, setelah riset 1 tahun ketemu cara buatnya," ujar Lucky.

Rumah produksinya terletak di Cigadung Baru, Bandung, Jawa Barat. Kini dalam sehari Lucky dibantu perajin jam tangan mampu membuat 20 jam per hari, satu produknya sendiri diselesaikan sekitar 8 jam. Kebanyakan kayu yang digunakan adalah eboni dari Makassar dan Mapple dari Kanada.  

Sumba, Rote, Flores, Gili, Moyo dan Jalak merupakan produk jam tangan kayu Matoa. Nama-nama daerah Indonesia dipilih sebagai bentuk identitas Matoa sebagai produk asli Indonesia. Harga jam tangan kayu dibanderol antara Rp 800ribu hingga Rp 1 juta. Kini produknya tak hanya laris di dalam negeri melainkan hingga ke Jepang, Singapura dan Malaysia.

 

2. Kacamata Kayu dari Papan Skateboard

Bagi para pencinta skateboard, papan usang jangan dibuang! Sedikit usaha kreatif, bisa jadi tambahan pundi-pundi rezeki. Dito dan rekan-rekannya di Kabau berhasil memanfaatkan skateboard yang sudah tak terpakai menjadi kacamata. Awalnya produk ini hanya dipakai sendiri, tapi respon positif dari teman-teman memmbuat mereka yakin. Sejak 2011, Dito dan Sofyan memulai serius bisnisnya.

Papan skateboard bekas dipilih karena rata-rata kayu yang dipakai berjenis mapple yang berasal dari Kanada. Kayu ini memiliki tekstur kuat, fleksibel dan ringan. Selain itu, layer dan lapisan warna berbeda dan unik membuat padu padannya terlihat bagus.

"Pertama buat sketsa, pengerjaan kita lakukan memikirkan bentuk sesuai permintaan costumer, mulai ergonomi wajah, warna dan kenyamanan, setelah design selesai dalam 2 hari baru kita proses pengerjaan" Bonny Andrew, designer kacamata kayu.

Pengerjaannya sendiri tak sulit, setelah design selesai dibuat maka papan skateboard dipotong sesuai sketsa. Lalu setelah itu dilakukan penghalusan dan pembentukan lekuk-lekuk pada kacamata. Usai dipasang gagang dan lensa, kacamata pun diberi sentuhan akhir agar terlihat lebih artistik.

Bagi anak muda seperti Arman Chaniago costum adalah hal yang penting, "saya suka handmade, koleksi Kabau juga gak ada satupun yang sama, dari kacamata satu dan lain, jadi menjadi kebanggaan tersendiri."

Bisnis kacamata kayu Kabau memiliki dua varian yaitu Sun Glasses dan Clear, untuk harga tipe seri dibanderol Rp 1,3 juta sementara custom berkisar Rp 1,5 juta.

Meski belum memiliki toko, tapi pemasaran online yang dilakukan memiliki keunggulan tersendiri. Pasar Kabau pun tak hanya di negeri sendiri tapi merambah hingga mancanegara.

 

3. Radio Kayu yang Mendunia!

Klasik dan Sederhana, ya itu lah kesan orang-orang saat melihat radio kayu buah karya Singgih Susilo Kartono ini. Pria lulusan desain produk Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sudah satu dekade memanfaatkan kayu untuk membuat produk radio. Radio kayu Magno ini merupakan karya yang sangat klasik dan estetis, namun tetap kekinian.

Singgih dan Radio Kayu Magno | foto: wooden-radio.com/

"Produk-produk basic (bahan kayu) ini lebih tahan waktu jadi tidak terpengaruh oleh brand, produk Magmo ini dari 2005 saat saya luncurkan sampai sekarang pasarnya masih ada," tutur Singgih ditemui tim NET di rumah produksinya di Temanggung.

Singgih kini mempekerjakan 38 karyawan dan mampu memproduksi 300 unit radio setiap bulan beragam jenis seperti IKoNO, KuBO, ReKTO dan MiKRO. Harga satu radio dibanderol antara Rp 750ribu hingga Rp 2 juta. Radio Kayu Magmo ini pun diminati pasar Eropa, Amerika Serikat dan Australia.

Berkat kerja kerasnya produk kreatif ini sudah menyabet berbagai penghargaan seperti Brit Insurance Design of The Year  2009 di London dan Brit Insurance Award di Jepang untuk kategori design terbaik. 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments