hero

AADC2

EDITOR : DEWI LAILA

11 Mei 2016, 14:22 WIB

INDONESIA

"Resah di dadamu, dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini. Dipisah kata-kata. Begitu pula rindu. Lihat tanda tanya itu. Jurang antara kebodohan dan keinginanku. Memilikimu sekali lagi" -M. Aan Mansyur

Pertemuan antara Rangga dan Cinta tak pernah terjadi sejak perpisahan mereka di Bandara Soekarno-Hatta 2002 silam. Paling tidak, film Ada Apa Dengan Cinta? dengan petikan 'tanda tanya' tersebut meninggalkan bekas di jiwa para penontonnya. Film itu sukses membuat para penonton remaja dan dewasa muda kala itu bertanya-tanya, 'what's next?'

14 tahun berlalu, penonton tak mendapatkan jawaban dari sebuah film 'AADC2' karya sutradara Riri Riza akhir april lalu. Ternyata Rangga sempat bertemu Cinta di New York tahun 2006, menjalin cinta dan hubungan jarak jauh... sebelum akhirnya Rangga memutuskan Cinta.

Alur dan jalinan cerita AADC2 berhasil membuat kita terlena, mengenang masa lalu. Puisi karya M. Aan Mansyur diatas dipilih Riri Riza untuk membangkitkan ingatan, euforia, antuasiasme dan merayu masyarakat untuk menikmati film berdurasi 124 menit ini. "Setelah 2012 (reuni 10 tahun AADC), kita punya semacam keyakinan, its a good friendship! Cara kami dealing dengan ekspektasi penonton itu ya... seperti biasa film dipromosikan, dipublikasikan," ujar Sutradara Riri Riza saat diwawancara Marissa Indonesia dari 1Indonesia NET. 

I'm sure they would love to see this film again! -Riri Riza

"Kita dapat komen banyak sekali yang merasa nostalgic dengan cerita ini,  I wonder berarti mereka sekarang tuh umurnya 40-an. I'm sure they would love to see this film again!," tambah sutradara Terbaik Asian Film Festival 2013 ini.

Hingga 21 Mei 2016, tercatat sudah 3,5 juta penonton menyaksikan film AADC2 di bioskop. Untuk tahun 2016 AADC2 sudah menembus rekor yang sebelumnya dipegang Comic 8: Casino Kings Part 2. Namun angka itu masih dibawah jumlah penonton film besutan Riri Riza lainnya, Laskar Pelangi yang meraup jumlah penonton 4,6 juta. 

Riri Riza berhasil merayu masyarakat Indonesia dengan film AADC2, seperti suksesnya Rangga dan Cinta memainkan setiap detil peran mereka, puisi yang membalut kisah keduanya pun tertuang dalam setiap bait kata yang ditulis oleh sang pujangga. Reuni 14 tahun berbuah manis, saat karakter-karakter di film ini pun menjadi lebih hidup; rindu terpendam, amarah, kesedihan, persahabatan, kejujuran, hangatnya pagi, kopi hitam pekat, dan ciuman Cinta untuk Rangga.

Setiap elemen dan alur cerita yang terjalin mulai dari prolog reuni Cinta dan sahabatnya, rencana pernikahan Cinta, lalu Rangga yang resah di New York, hingga surprise seperti adegan saat Rangga mengantar Cinta ke Villa di Jogja hingga pertemuan mereka di suatu titik di muka bumi yang menjadi ujung cerita.

Semuanya tergambar hangat, seperti pagi di gereja ayam di Magelang saat adegan Rangga mengajak Cinta meresapi embun pagi dan matahari terbit. 

Dian Sastro yang diwawancarai tim NET untuk 1Indonesia pun mengagumi karya Riri Riza ini, 

"Ketelitian dan level of focus yg dipertahankan dari awal proses sampai akhir, itu yg saya acungi jempol, kalau suatu hari saya memberanikan diri menjadi sutradara, saya ingin menjadi seorang sutradara seperti Riri Riza," ujar Dian Sastro.

Ya, jika ini adalah sebuah kafe maka Riri Riza adalah Barista, sedangkan Hot Cappuccino adalah AADC2, lembut, artistic dan hangat saat diseruput...

My bounty is as boundless as the sea,
My love as deep; the more I give to thee,
The more I have, for both are infinite.” 
― William Shakespeare, Romeo and Juliet

Read More in This Story

NONTON FILM INI BIAR KEKINIAN

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments