hero
(ISTIMEWA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

12 Juni 2020, 18:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

 

Jagat dunia maya Indonesia diwarnai oleh munculnya gerakan bernama Generasi Mikir, beberapa pekan terakhir. Kampanye kreatif ini dimotori oleh empat orang selebriti dari berbagai latar belakang. Mereka adalah Raditya Dika (penulis, komika, pemain film), Tara Basro (artis film), Bernhard Suryaningrat (seniman desain grafis), dan Kunto Aji (musisi).

Generasi Mikir ini merupakan cara Dika, Tara, Aji, dan Bernhard untuk mendorong generasi muda memaksimalkan potensi dirinya. “Jadi generasi yang berkeinginan untuk memaksimalkan potensi diri dengan cara berpikir lebih keras untuk melawan rasa takut untuk jadi apa saja yang mereka inginkan,” demikian pengantar Raditya Dika sebagai moderator dalam perbincangan yang dikemas dalam sebuah podcast berseri dan ditayangkan di youtube.

Berbagai macam tema mereka angkat, salah satunya tentang proses bagaimana mereka berempat bisa menghasilkan karya-karya terindah. Tema yang diangkat di podcast pada 5 Juni 2020 ini juga bercerita tentang bagaimana mereka menemukan karakteristik dan ciri khas dalam berkarya, serta orang-orang yang mempengaruhi cara mereka berpikir.

Berbagai kisah mengalir dari keempat orang muda ini. Salah satunya dari Tara Basro, artis yang telah dikenal dengan membintangi sejumlah film layar lebar. Tara mengungkapkan berbagai cerita seputar profesi yang semula tak didukung oleh ayahnya. Apa saja sih cerita menarik Tara Basro yang ia ungkap dan mungkin kita belum banyak tahu seputar karirnya di dunia perfilman?

 

 

1Christine Hakim sebagai Role Model

Meski tak direstui di awal ia merintis karir, Tara tetap teguh pendirian menggeluti dunia peran. Salah satu motivasi yang menyuntikkan semangat ke dalam dirinya justru datang dari sang idola. Perempuan kelahiran 11 Juni 1990 ini ternyata sangat mengidolakan artis senior Christine Hakim.

Tara Basro (paling kanan) dalam film Pendekar Tongkat Emas. (INSTAGRAM @pendekartktemas)

Awal kekaguman Tara adalah saat keduanya mengikuti syuting film Pendekar Tongkat Emas di Pulau Sumba. Tara pun sangat terkesan dengan totalitas Christine. Salah satunya setelah melihat kesediaan Christine melakukan adegan-adegan berbahaya tanpa menggunakan peran pengganti (stunt woman). Hal yang mendebarkan adalah saat Christine bersikeras memakai kawat sling untuk adegan laga.

“Dia itu sebenarnya ada stunt double tapi dia enggak mau. Ibu mau belajar sling juga. Jadi dia lompat pakai sling lompat dari satu bukit ke bukit yang lain. Elo kebayang enggak seumuran kayak dia masih bisa kayak gitu? Jadi cupu banget deh kita,” tukas Tara.

2Akting Jempol Kaki

“Jempol kakinya aja acting,” ujar Tara Basro tentang kepiawaian akting Christine. Tara pun kemudian menjelaskan maksud dari jempol kaki akting ini. “Orang tua rematik kalau pakai sandal kayak ada satu jari yang mencong keluar gitu kan? Jadi enggak masuk semua gitu. Terus dia (Christine) bilang kalau orang tua itu ibu merhatiin ibunya-ibu, kakinya itu kayak gitu. Jadi dia sedetail itu,” papar Tara.

Pengalaman syuting film Pendekar Tongkat Emas bersama Christine Hakim benar-benar membekas dalam ingatan Tara. Spirit Tara untuk konsisten di dunia film semakin diteguhkan berkat role model dari sosok Christine Hakim.  

Christine Hakim (kedua dari kiri), artis yang diidolakan oleh Tara Basro (INSTAGRAM @tarabasro)

“Dulu saya punya satu ketakutan, oh kalau kerja di industri film di Indonesia apalagi, kayaknya enggak bisa berkarya sampai sejauh itu deh. Maksudnya, paling umur 35 harus mencari alternatif karir lain. Tapi setelah liat Ibu Christine itu enggak sih, gue bisa sih. Tapi elo harus mau berdedikasi segitunya untuk film yang elo mainin,” papar Tara.

3Konsistensi pada Seni Peran Meluluhkan Hati Ayah

Ketekunan dan kesabaran Tara menekuni profesinya sebagai seniman membuahkan hasil. Deretan film yang dibintangi Tara pun semakin panjang. Di antaranya Hi5teria, A Copy of My Mind, Pengabdi Setan, Gundala, dan Perempuan Tanah Jahanam. Karir cemerlang Tara akhirnya meluluhkan hati sang ayah.

“Awalnya dia enggak setuju gue main film. Sampai kemarin ini dia bilang bagus tuh filmnya. Padahal cuma ngomong gitu. Sampai nangis gue. Film Perempuan Tanah Jahanam dia suka. Beneran sampai gue berkaca-kaca,” urai Tara. Cerita Tara ini pun mengundang simpati dari Kunto Aji, Bernhard, dan Raditya Dika.

Tara Basro (kiri atas) dalam podcast Generasi Mikir. (YOUTUBE)

 

4Jadi Diri Sendiri untuk Karya Terindah

Dika menyimpulkan percakapan mereka berempat dengan satu harapan. “Gue pribadi sangat tercerahkan. Semoga bisa jadi pelajaran buat temen-temen yang nonton. Dan mudah-mudahan rantai inspirasi tidak akan pernah habis. Minimal ada satu orang bisa kayak Tara, bisa kayak Aji, bisa kayak Bernhard,” kata penulis buku Marmut Merah Jambu ini.

Di akhir obrolan, Dika mengatakan bahwa dengan menjadi diri sendiri, seperti yang dilakukan oleh Tara Basro, sesungguhnya kita bisa menciptakan karya terindah. “Gimana caranya melawan rasa takut terhadap kondisi yang sulit kayak gini dan tetap menciptakan karya terindah. Tujuannya untuk sama-sama mengingatkan dalam kondisi sulit seperti sekarang tetap produktif dan membuat karya yang bermanfaat,” pungkas Dika.

Hadiah Gitar Kunto Aji untuk Generasi Mikir. (ISTIMEWA)

Menariknya, menyesuaikan dengan tema obrolan tentang Karya Terindah, Kunto Aji akan memberi hadiah terindah, yaitu gitar miliknya yang ditambahin desain grafis polesan tangan Bernhard Suryaningrat. Bernhard sendiri sudah lama dikenal bersama Never Too Lavish, yang menjalani bisnis customizer mendesain beberapa fashion item seperti tas, dompet, jaket, sepatu, clutch, dan barang brended lainnya.

Kamu mau ikutan dapatin gitar Kunto Aji yang dipercantik dengan desain dari Bernhard? Kalian bisa mengikuti caranya di Instagram @netmediatama @sasamelezatkan atau @micinsocialgang. Percakapan inspiratif gerakan Generasi Mikir ini juga bisa diliat di kanal youtube @netmediatama

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments