hero
Reynhard Sinaga (Instagram Reynhard Sinaga)

EDITOR : OCTOBRYAN

7 Januari 2020, 18:13 WIB

INGGRIS

Reynhard Sinaga mendadak populer setelah namanya dicap sebagai penjahat seksual paling berbahaya di tanah Inggris Raya. Ia dinyatakan bersalah dan divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Manchester setelah terbukti melakukan pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria berbeda.

Dikutip dari Dailymail, selama mengenyam pendidikan di luar negeri, kedua orang tua Reynhard bernama Saibun dan Normawati tidak menaruh kecurigaan kepada putranya. Sang ibu menilai, Reynhard Sinaga adalah anak yang baik dan rajin beribadah di gereja.

Reynhard Sinaga (Facebook Reynhard Sinaga)

Reynhard Sinaga hidup dalam keluarga yang berkecukupan dan memiliki tiga saudara yang tinggal di Depok, Jawa Barat. Ayahnya adalah seorang pengusaha properti.

Perjalanannya di Inggris dimulai pada Tahun 2007 pascalulus dari jurusan Arsitektur Universitas Indonesia pada tahun 2006. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Manchester tahun 2007 dan meraih gelar master jurusan Tata Kota pada tahun 2009 dan Sosiologi pada tahun 2011.

Rumah keluarga Reynhard Sinaga di kawasan Depok, Jawa Barat. (NET/Damar)

Selanjutnya ia memulai studi doktoral pada bidang Geografi Manusia di Universitas Leeds pada tahun 2012. Pada saat penangkapannya di tahun 2017 Reynhard sedang mengerjakan Disertasi berjudul "Seksualitas dan Transnasionalisme Sehari-hari Pria Gay dan Biseksual Asia Selatan di Manchester".

Ia juga tengah meneliti sebuah wilayah gay ternama di Manchester untuk melengkapi studinya.

1Akhir Langkah Sang Predator

Berbagai fakta mencengangkan terungkap dalam kasus seksual yang melibatkan Reynhard sinaga. Tercatat setidaknya ada 190 pria yang menjadi korban aksi bejat Reynhard.  

Dikutip dari Manchester Evening News, Selasa 7 Januari 2020, akhir perjalanan sang predator bermula saat calon korbannya tersadar dari pengaruh bius yang diberikan. Korban yang disebut sebagai pemain rugby ini melakukan perlawanan karena ogah menjadi korban seksual Reynhard.

Kamar apartemen Reynhard Sinaga. (Greater Manchester Police)

Perkelahian pun terjadi, Reynhard terluka dan korban melarikan diri dari apartemen. Korban ketika itu juga sempat mengambil telepon genggam milik Reynhard. Pelaku yang terluka kemudian menuju rumah sakit, sementara korban melaporkan kejadian itu ke polisi.

Dari situ kemudian tabir terungkap, polisi menyita dan memeriksa telepon genggam milik Reynhard dan menemukan beberapa video pemerkosaan para korban.

telepon genggam yang ditemukan di apartemen Reynhard saat penggeledahan. (Greater Manchester Police)

Saat menggeledah kamar Reynhard, polisi menemukan berbagai barang bukti lain serangan seksual Reynhard kepada para korbannya. 

Banyaknya jumlah korban dalam kasus Reynhard membuat kasus ini dibagi ke dalam empat persidangan terpisah.

Pengadilan kota Manchester ( Greater Manchester Police)

Sidang pertama dilakukan 1 Juni–10 Juli 2018 (13 korban), ketika itu Hakim Suzanne Goddard menjatuhkan hukuman 88 tahun hukuman penjara seumur hidup, dengan masa hukuman minimum 20 tahun penjara.

Sidang kedua dilakukan 1 April–7 Mei 2019 (12 korban), ia mendapatkan hukuman minimum 30 tahun sebelum mendapatkan bebas bersyarat.

(BACA JUGATelepon Genggam Jadi Senjata Polisi Ungkap Kejahatan Reynhard Sinaga)

Sidang ketiga dan keempat yang dilakukan 16 September–4 Oktober 2019 (10 korban) dan Desember (13 korban), ia dijatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup.

Sinaga dikenai 136 dakwaan pemerkosaan, 13 dakwaan serangan seksual, 8 dakwaan percobaan pemerkosaan, dan 2 dakwaan serangan seksual dengan cara penetrasi.

YUSUF REZA | DAILYMAIL | MANCHESTER EVENING NEWS

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments