hero
(YouTube/AGNEZ MO)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

28 November 2019, 11:45 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Entah salah ngomong atau serius tapi isu tentang “Darah Indonesia” mendadak ramai dibicarakan di lini masa. Penyebabnya, salah satu kutipan wawancara Agnez Mo dengan BUILD Series by Yahoo. Agnez, menyebut jika dirinya tidak memiliki darah Indonesia.

"Sebenarnya saya sama sekali tidak memiliki darah Indonesia. Saya ini berdarah Jerman, Jepang, China. Saya lahir di Indonesia," jawab Agnez dalam sesi wawancara itu. 

Sejenak definisi “Berdarah Indonesia” menjadi pertanyaan banyak orang. Lalu seperti apa sebenarnya makna di balik kata itu? Berikut ulasannya:

1. Darah Indonesia

(Antara Foto)

Darah Indonesia itu tidak ada. Kenapa? Karena kalau kalau dilihat dari sisi biologis, darah itu cuma ada 4 golongan yaitu A, B, AB, dan O. Kalau menurut arti bahasa, secara linguistik “Berdarah Indonesia” merupakan konsep kesepakatan tentang asal usul keturunan.

Ungkapan darah Indonesia di sini tidak harus memiliki korelasi setiap yang berdarah Indonesia harus berkewarganegaraan Indonesia. Semisal, pemain sepak bola Belanda yang leluhurnya orang Indonesia, dia bisa disebut orang berdarah Indonesia.

Menurut Ahli Genetika Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Herawati Sudoyo PhD, berdarah Indonesia adalah orang yang mewarisi DNA orang yang katanya Indonesia. Walaupun setelah dilakukan riset, kebayakan orang Indonesia nenek moyangnya berasal dari belahan dunia lain.

Jadi kalau dari sisi biologi, tidak ada darah Indonesia dong? Bisa dibilang begitu. Jika kita ngomongin soal darah Indonesia, bisa dibilang ini adalah sebuah konsep dari sumpah pemuda.

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia,” demikian salah satu bunyi dari petikkan Sumpah Pemuda.

Sejarah panjang penjajahan juga ikut mempersatukan orang dari beragam latar belakang wilayah nusantara yang kemudian mengidentifikasikan dirinya “Berdarah Indonesia”.

Jadi apakah orang yang turun temurun tinggal atau memiliki leluhur orang Indonesia itu berdarah Indonesia? Secara konsep sih iya. Berarti mereka yang berdarah Indonesia itu pribumi Indonesia? Eits, tahan.

2. Pribumi Apaan Sih?

(Antara Foto)

Terminologi pribumi ini sempat tren kala Pilkada DKI Jakarta dan Pilpres 2019 silam nih. Emang pribumi apaan sih? Pertama-tama kita flashback dulu ke Indonesia di akhir abad 18-an sampai 19-an. Asal usul pribumi bisa ditarik ke kondisi saat itu saat menyebut penduduk setempat dengan sebutan “inlander”.

Sebutan itu bermakna peyoratif, merendahkan, lengkap dengan sifat-sifat buruk yang disematkan. Namun, para founding fathers tak kalah akal. Mereka mencari padanannya. Inlander dipadankan dengan bumiputera, dengan makna amelioratif, meninggikan. Bumiputera menjadi sebuah konsep perjuangan yang menyatukan dan membangkitkan semangat dan kepercayaan pada diri sendiri.

Dalam undang-undang kolonial Belanda Algemene Bepalingen van Wetgeving (Ketentuan Umum Undang-Undang) atau dikenal sebagai AB pada 1847 bumiputera dijadikan salah satu golongan. 

Dalam jurnal tulisan Abdul Muntholib, berjudul Melacak Akar Rasialisme di Indonesia Dalam Perspektif Historis yang dipublikasian pada Desember 2008. Kebijakan buatan penjajah Eropa bersifat rasis dengan membagi masyarakat menjadi 4 golongan.

“Rasialis yang makin tegas juga muncul sejak permulaan abad ke-19. Pemerintahan Hindia Belanda membagi penduduk menjadi tiga golongan: Eropa, Timur Asing (Cina, Arab dan lain-lain) dan pribumi,” terang Mutholib dalam tulisannya.

Kemudian kita kembali ke peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Dengan kata bumiputera sebagai kata pertama pemersatu rakyat nusantara. Dengan sumpah pemuda, bumiputera disatukan dengan Indonesia.

Di sini istilah Indonesia sebagai sebutan politik mulai menggantikan kata bumiputera. Dari sini kemudian istilah “orang-orang Indonesia” dan “Indonesia” telah menggantikan bumiputera atau pribumi.

Setelah Orde Baru, keluar instruksi dari pemerintah untuk menghentikan penggunaan istilah "pribumi dan non-pribumi". Penggunaan istilah ini terinspirasi dari peninggalan jaman penjajagan yang menegaskan bahwa setiap suku asli di Nusantara merupakan "pribumi".

Istilah ini disebut waktu itu sebagai upaya menyatukan Indonesia. Sayangnya istilah ini menjadi campaign yang memaksa keturunan Tionghoa yang sudah turun temurun tinggal di Indonesia harus mengganti nama mereka, karena dianggap bukan nama pribumi. Akan tetapi di era reformasi, penggunaan istilah ini dihentikan.

Jadi pribumi itu berdarah Indonesia? Jika kita berangkat dengan konsep pribumi adalah yang “berdarah” Indonesia, well masuk sih. Karena sederhananya pribumi, ya istilah aja. Tapi nih, istilah pribumi enggak cuma jadi kosakata karena dibubuhi banyak cerita sejarah. Lalu, apakah dengan darah Indonesia itu warga negara Indonesia? Sabar…

3. WNI Itu Siapa?

(Antara Foto)

Warga negara artinya warga atau anggota dari organisasi yg bernama negara. Untuk menjadi anggota di sini seseorang itu memenuhi persyaratan yang ditentukan negara, sebagai contoh Indonesia menerapkan ius sanguinis atau keturunan orang tuanya dan ius soli lokasi tempat kelahirannya.

Ketentuan lebih lanjut, banyak printilan yang ditetapkan Undang Undang. Nah jika kamu keduanya, atau hanya salah satu dari dua di atas berarti kamu sederhananya sudah setengah langkah sudah WNI.

Kenapa baru setengah, baru dengan paspor Indonesia barulah kamu merupakan warga Indonesia yang resmi diakui dunia. Jadi apakah para WNI itu berdarah Indonesia? Bisa juga tidak.

Bagaimana? Berdarah Indonesia apakah orang Indonesia? Bisa juga tidak. Kemudian, apakah yang tidak berdarah Indonesia orang Indonesia? Bisa juga iya.

Kalau dipahami, berdarah Indonesia ini bisa dilihat menjadi sebuah konsep yang lekat dengan Identitas yang diyakini si pemilik darah dan diafirmasi lingkungannya. Akan tetapi darah dari si pemiliknya, bisa juga merupakan hasil percampuran, Cina, Jerman, dan Jepang.

Tapi akan berbeda lagi, jika ada keyakinan dalam diri individu yang mengidentifikasi dirinya adalah bukan berdarah Indonesia loh ya. Namun, bisa juga bukan berarti dia bukan WNI.

Apakah ada korelasinya antara darah dan nasionalisme? Masalah darah atau bukan sebenarnya tidak bisa dikaitkan langsung dengan masalah nasionalisme. Sebagai ide, nasionalisme kan ditanam ataupun tertanam di dalam pemahaman suatu warga negara. Jadi, kalau warga negara tidak memiliki nasionalisme? Bisa jadi!

Terlepas dari mumetnya darah Indonesia nih ya. Kearifan bapak pendahulu bangsa dalam “Bhineka tunggal ika” itu sebenarnya gagasan melampaui masanya. Belum ada teknologi DNA, akan tetapi sudah diakui kalau semua penduduk nusantara adalah Indonesia.

ARIS SATYA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments