hero

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

1 Oktober 2019, 13:00 WIB

INDONESIA

Tumpukan sampah plastik di dunia saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Tahukah kamu berdasarkan data dari National Geographic, 91 persen plastik tidak dapat didaur ulang dan 40 persen dari semua plastik yang diproduksi adalah kemasan yang hanya digunakan sekali lalu dibuang. Didalamnya termasuk botol air minum kemasan, gelas plastik kopi sekali minum, tas belanja plastik—dimana semua ini adalah bagian besar dari kebiasaan belanja manusia sehari-hari. Dampaknya sangat buruk bagi lingkungan. Lalu bagaimana cara agar proses belanja sehari-hari tidak menambah kerusakan lingkungan? Berikut ini ada 9 tips agar kamu bisa belanja dan tetap ramah lingkungan!

 

1. Sikat gigi bambu

Pada umumnya sikat gigi plastik terbuat dari karet, minyak mentah dan minyak bumi serta beberapa plastik tambahan dalam kemasan.  Sikat gigi elektrik juga sama saja—mereka mengeluarkan racun asam, yang menyebabkan banyak bahaya untuk lautan, satwa liat dan lingkungan.

Sikat gigi bambu. (BRIGHTSIDE)

Karena itu, alihkan belanjaan sikat gigi kamu ke sikat gigi bambu. Produk ini ramah lingkungan, karena hanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk terurai.

2. Sedotan besi

Kurangi sampah plastik dengan menggunakan sedotan besi. (BRIGHTSIDE)

Sedotan plastik adalah ancaman besar bagi lautan karena membahayakan binatang di laut. Jadi pilihlah sedotan yang dapat digunakan kembali seperti sedotan yang terbuat dari besi. Sedotan berbahan besi tidak akan memengaruhi rasa pada minuman, sedotan ini terdapat beberapa ukuran, dari sedotan air biasa hingga ukuran besar untuk bubble.

3. Beli barang di toko bekas

Belanjalah di toko loak. (BRIGHTSIDE)

Membeli pakaian di toko barang bekas dapat membantu mengurangi limbah tekstil. Mengapa membeli sesuatu yang baru sedangkan yang lama masih bisa digunakan?

4. Pilih bungkus yang dapat digunakan kembali

Pilih bungkus makanan yang ramah lingkungan kaya gini. (BRIGHTSIDE)

Bungkusan plastik berasal dari bahan kimia beracun dan membutuhkan waktu yang lama untuk terurai. Serbet kapas yang dilapisi lilin lebah adalah pembungkus makanan yang tidak bisa dicuci dan bisa digunakan untuk membungkus roti, buah dan sayuran. Hal ini juga dapat digunakan sebagai penutup mangkuk sisa makanan.

5. Bawa Kantong belanja dan kotak makanan sendiri

Bawa tas belanja sendiri kalau ke pasar atau supermarket. (BRIGHTSIDE)

Salah satu cara agar dapat menghindari membeli produk dengan banyak kemasan adalah dengan membawa tas belanja. Kamu juga bisa membawa wadah atau tempat sendiri ke tukang daging untuk mengurangi pemakaian kantong plastik baru.

Belanja daging? Bawa wadah sendiri aja! (BRIGHTSIDE)

 

6. Ganti teh celup dengan infuser teh

Banyak teh celup yang dikemas dalam bentuk satuan, hal ini membuat limbah kertas dan logam melimpah. Disarankan untuk membeli teh bubuk dan gunakan infuser teh untuk menyaringnya, setelah digunakan, infuser dapat dibilas dan dipakai kembali.

Gunakan infuser teh untuk mengurangi sampah. (BRIGHTSIDE)

 

7. Membuat Kompos

Memisahkan limbah organik seperti kulit sayuran, kulit telur, dan sisa makanan lain, akan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan hingga 50 persennya. Jika kamu memiliki taman di rumah, kamu hanya perlu menggali lubang di tanah dan mengubur sisa-sisa makanan tersebut.

Pisahkan sampah organik kamu dan buat kompos dari sampah itu. (BRIGHTSIDE)

 

8. Beli makanan lokal

Jika kamu menghindari barang yang diimport, emisi CO2 akan berkurang. Produk makanan lokal tidak memerlukan perjalanan yang jauh seperti makanan import dan dapat mengurangi banyak kemasan. Dengan memilih untuk membeli makanan dari petani lokal, kamu sudah membantu mengurangi perubahan iklim!

9. Pilih produk pembalut yang dapat digunakan kembali

Pembalut dan tampon memiliki bahan kimia dan racun serta tidak baik bagi lingkungan. Rata-rata wanita menggunakan antara 11 sampai 30 tampon per siklus, jika digunakan seumur hidup bisa mencapai 5.000 hingga 14.000 tampon per wanita.

Menstrual cup untuk mengurangi sampah pembalut dan tampon. (BRIGHTSIDE)

Kamu bisa beralih ke menstrual cup yang dapat digunakan selama 5-10 tahun lamanya, selain itu menstrual cup sangat ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan kimia serta dapat menghemat uang dibandingkan dengan membeli pembalut dan tampon.

BRIGHTSIDE

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments