hero

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

16 Mei 2019, 10:15 WIB

JAKARTA, INDONESIA

MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta jadi sarana transportasi baru yang digandrungi warga Ibu Kota saat ini. Sejak diberlakukan uji coba pada Maret 2019 dan diterapkan tarif setengah harga, penumpang moda transportasi ini langsung membludak. Bahkan saat diberlakukan tarif normal pada 13 Mei 2019, sebanyak 77.696 penumpang masih setia menggunakan MRT.

Kamu penasaran seperti apa sih MRT itu? Nah, tim NET.Z sudah mencoba sendiri MRT rute Bundaran HI – Lebak Bulus ini. Sebelum kamu mencobanya juga, simak dulu fakta-fakta berikut:

1. Tiket Mudah Didapat.

Sama seperti KRL (Commuter Line), MRT juga menyediakan dua jenis tiket. Tiket single trip yang bisa digunakan satu kali perjalanan dan tiket multi trip yang bisa kamu top up. Cara mendapatkan tiket ini juga mudah banget. Kamu bisa mendapatkannya di loket atau lewat vending machine di stasiun keberangkatan.

Kalau kamu punya uang elektronik, kamu akan semakin mudah naik MRT. Enggak perlu antre membeli tiket, tinggal tempel (tap in) uang elektronik kamu pada mesin di gerbang penumpang. Uang elektronik yang bisa kamu gunakan untuk naik MRT saat ini adalah Flazz (BCA), Tap Cash (BNI), e-Money (Bank Mandiri), Brizzi (BRI), dan JakartaOne (Bank DKI Jakarta). Pastikan saldo uang elektronik kamu cukup ya. Uang elektronik kamu harus punya saldo minimal Rp14 ribu.

Uang elektronik yang bisa digunakan untuk naik MRT. (NET.Z/Halimah Tusadiah)

Cara penggunaannya pun sama persis seperti KRL. Kamu harus tap in dan tap out setiap kali menggunakan MRT.

2. Cepat dan Menghemat Waktu.

MRT Jakarta mengerahkan 16 rangkaian kereta untuk melayani kebutuhan warganya. Jadi kamu jangan takut enggak kebagian. MRT berangkat setiap 10 menit sekali dari setiap stasiun. Bahkan di jam sibuk, yaitu pada pukul 07.00-09.00 WIB dan 17.00-19.00 WIB, MRT akan berangkat setiap 5 menit sekali. Takut telat? Tenang, sampai saat ini MRT selalu tepat waktu kok. Bahkan selama bulan April 2019, tingkat ketepatan waktu MRT adalah 99,8%.

MRT Jakarta melewati 13 stasiun, yaitu Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, Senayan, ASEAN, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, dan berakhir di Lebak Bulus. Waktu tempuh antara stasiun Bundaran HI dan stasiun Lebak Bulus hanya 25 menit. Bayangkan kalau kamu naik mobil? Bisa 2 jam lebih kamu di jalan. MRT ini menghemat waktu banget.

Rute MRT lewati 13 stasiun. (NET.Z/Halimah Tusadiah)

Buat kamu yang sering pulang malam juga enggak perlu khawatir. MRT tersedia sejak pukul 05.00-24.00 WIB. Jadi kamu bisa menggunakannya di waktu tersebut.

3. Fasilitas Lengkap dan Ramah Difabel

Fasilitas MRT bisa dibilang nyaman banget, kebersihannya pun selalu terjaga. Disediakan juga tempat duduk prioritas. AC di dalam MRT cukup dingin, meski saat penuh tetap tidak terlalu terasa. Buat kamu yang tidak kebagian tempat duduk, MRT menyediakan pegangan. Kalau kamu berbadan kecil, sebaiknya pindah agak ke tengah karena pegangan di sekitar pintu sedikit lebih tinggi dibandingkan di depan tempat duduk.

Pegangan dengan tinggi berbeda di dalam MRT. (NET.Z/Halimah Tusadiah)

Selain itu, MRT ini ramah bagi para difabel. Di dalam MRT tersedia ruang khusus bagi pengguna kursi roda. Selain itu, jarak antara MRT dan peron sangat dekat sehingga memudahkan penumpang untuk turun naik. Sepanjang jalan di stasiun pun terdapat tanda bagi para difabel.

Penunjuk jalan bagi Difabel. (NET.Z/Halimah Tusadiah)

Tidak hanya di dalam kereta, setiap stasiun punya fasilitas yang cukup lengkap. Toilet, eskalator, lift, dan musala bisa kamu temukan di stasiun manapun. Khusus di stasiun Lebak Bulus, kamu akan menemukan minimarket dan kafe. Jadi kamu bisa bersantai dulu sebelum melanjutkan perjalanan.

Minimarket dan kafe di stasiun MRT Lebak Bulus. (NET.Z/Halimah Tusadiah)

 

4. Terintegrasi dengan TransJakarta.

Hampir semua stasiun MRT terintegrasi dengan TransJakarta. Ada yang langsung terhubung seperti di Bundaran HI, ada pula yang mengharuskan kita keluar stasiun dulu seperti di Lebak Bulus. Kamu akan dimudahkan untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.

Hampir setiap stasiun MRT terintegrasi dengan halte TransJakarta. (NET.Z/Halimah Tusadiah)

Namun, kalau kamu turun di stasiun Setiabudi, kamu tidak akan langsung menemukan halte TransJakarta. Kamu harus berjalan cukup jauh menuju ke halte terdekat.

5. Dilarang Makan dan Minum di Dalam MRT.

Kamu dilarang makan dan minum di dalam MRT, apalagi sampai menggelar tikar. Hal ini demi menjaga kebersihan dan kenyamanan bagi para penumpang. MRT juga hanya menyediakan tempat sampah di setiap stasiun. Jadi sebaiknya simpan dulu sampah kamu di tas atau saku, hingga tiba di stasiun tujuan.

Mari jaga kebersihan, baik di dalam MRT maupun di stasiunnya. Karena dengan begitu, kita akan selalu nyaman menggunakan transportasi publik.

HALIMAH TUSADIAH

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments