hero
(Malika Favre)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

4 Maret 2019, 17:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Istilah social climber sudah enggak asing lagi sekarang, bahkan jadi bahan obrolan di kalangan kaum urban. Seperti istilahnya, julukan itu diberikan buat mereka yang ingin terlihat mewah di demi mengejar status sosial. Padahal terkadang berbeda dengan kehidupan nyatanya. Nah kalau kamu merasa berada di antara orang-orang seperti itu, coba lihat tanda-tanda social climber? 

1. Gila status

 

Seorang social climber benar-benar saklek sama yang namanya status sosial. Dia bakal memperhitungkan banget siapa orang-orang yang harus ada di sekitarnya. Dia bakal berteman dengan seseorang yang dianggap penting buat statusnya. Atau mendekati seseorang yang bisa mendekatkan dia sama orang penting itu. 

2. Tahu nama-nama berpengaruh


Biasanya para pemanjat sosial bakal menyebut nama-nama penting atau terkenal yang dia tahu. Atau nama yang dia rasa penting dan membuat dia terkesan dekat dengan prominent people itu. 

3. Penampilan adalah segalanya


Social climber biasanya berpenampilan semaksimal mungkin. Dia berusaha menunjukkan bagaimana status sosial dia yang seharusnya, yang pantas buat dia. Ini enggak cuma berlaku buat dirinya sendiri. 

Dia juga enggak segan buat mengomentara teman atau orang lain di sekitarnya biar tampil seoptimal mungkin. Baju tren terbaru, baju desainer dan outfit hits lainnya jadi barang wajib buat pemanjat sosial. 

4. Pilih-pilih teman


Selain penampilan nih, social climber bakal memilih siapa-siapa saja orang yang bisa menjadi temannya atau perlu dia dekati buat jadi teman. Kalau kamu mengenalkan dia ke suatu social circle, dia bakal mengamati siapa 'pentolan' di situ.Dan siap-siap saja lihat aksinya buat mendekati orang itu. 

5. Pintar memanfaatkan

 

Teman yang juga pemanjat sosial tahu bagaimana cara yang tepat buat memanfaatkan orang lain. Misalnya, kamu baru mencapai prestasi tertentu, dia bisa menggunakannya buat gembar-gembor ke orang lain. Tapi sebenarnya bukan ditujukan ke kamu, melainkan untuk eksistensi dirinya sendiri. Selain itu, dia juga pintar memanfaatkan social network yang dia miliki untuk sesuatu yang penting bagi dia.

6. Kurang empati


Social climber biasanya punya teman dalam jumlah banyak. Tapi, enggak semuanya mendapat perhatian dari dia. Jumlah teman yang banyak ini penting buat dirinya sendiri. Dia senang menjadi seseorang yang narsis.

Kalau ada satu, dua orang temannya yang lagi butuh perhatian, belum tentu dia mau membantu. Kecuali teman ini teman yang penting atau 'pentolan' di grupnya ya. 

7. Susah dipercaya


Kalau kamu mengundang social climber ke suatu acara, sebaiknya jangan langsung percaya kalau dia bakal datang. Dia bisa saja sewaktu-waktu membatalkan kalau dirasa ada hal lain yang lebih penting buat eksistensinya. 

 

8. Dia adalah queen bee

 

Tahu ratu lebah kan? Dia bakal berusaha jadi point of interest di antara sekitarnya. Dia akan berusaha buat mengontrol lingkaran sosialnya. Dia bisa saja meninggalkan atau cuek ke temannya sendiri, kalau dia rasa orang itu enggak penting. Bahkan dia enggak segan buat menghasut atau menyebar gosip di circle tersebut biar seseorang itu dihindari teman lain.

Di sisi lain, ada seseorang yang memang mudah berteman dengan orang dan secara alami dapat menjadi pusat perhatian. Tapi pastinya, kamu bisa bedakan kan, mana yang benar-benar seperti itu dan mana yang melakukannya demi status sosial?

PSYCHOLOGY TODAY

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments