hero

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

20 Februari 2019, 18:30 WIB

KOREA SELATAN

Baru-baru ini, drama Korea berjudul “Sky Castle” menarik perhatian pecinta drama. Di Korea sendiri, drama ini adalah yang memiliki rating tertinggi. Isu dan cerita yang ditampilkan di drama ini memang sangat relatable untuk masyarakat Korea yang terobsesi dengan nilai dan kedudukan tinggi.  Banyak banget selebriti dan idol Korea yang merekomendasikan drama ini sebagai tontonan.

Nah, dari drama ini banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua loh. Terutama soal proses belajar mengajar dan menghadapi masa ujian sekolah.

1. Kelompok belajar dengan bantuan tutor bisa pilihan

Belajarlah berkelompok dengan bimbingan tutor.

Keluarga di drama “Sky Castle” ini membentuk kelompok belajar antara orang tua dan anak-anaknya. Cara ini efektif untuk sama-sama belajar dan mendiskusikan hasil belajar antara satu dengan lainnya. Dijamin enggak akan lupa dan satu sama lain bisa saling memberi masukan.

Anak-anak mereka juga belajar berkelompok dengan bantuan tutor. Hal ini bertujuan agar proses belajar lebih menyenangkan karena ada teman berbagi pikiran.

2. Lakukan try out ujian untuk memperkirakan waktu

Latihan soal sebelum ujian.

Kadang, musuh terburuk bagi peserta ujian bukanlah pertanyaannya, melainkan batas waktunya! Nah, cara menaklukannya adalah dengan sering melakukan tray out alias uji coba ujian menggunakan pencatat waktu. Dengan begini, ketika saatnya ujian tiba, kamu sudah terbiasa dan bisa menjawab dengan tenang.

3. Jangan menyerah pada tekanan teman sebaya

Hati-hati tekanan dari teman sebaya.

Untuk mendapatkan perhatian orangtuanya, Ye Bin bolos dan mencuri barang-barang di supermarket bersama teman-temannya. Bisa jadi selain mencari perhatian, alasan sesungguhnya adalah ingin terlihat “keren” di mata teman sebayanya.  Hal ini tentunya tidak baik dan tidak ada kompromi mana yang benar dan salah dalam kasus pencurian seperti ini.

4. Jangan pernah berbuat curang

Raih nilai bagus dengan cara jujur.

Di drama ini, sang pelatih siswa, Kim Yoo Jung, melakukan semua cara untuk membuat siswa didiknya diterima di universitas yang mereka inginkan. Ia akan berbohong, menipu, menyuap bahkan merusak keluarga. Percayalah, enggak ada hasil baik dari perbuatan curang. Sebaiknya nilai dan hasil bagus didapat melalui kerja keras, kejujuran dan tekad yang kuat.

5. Bersainglah secara sehat

Bersaing boleh saja, tapi harus dengan cara sehat.

Ye Suh mungkin pintar, tetapi dengan kepribadian perfeksionis dan kompetitifnya, dia sering membuat pilihan yang salah dan menganggap semua orang saingannya. Hasilnya, dia tidak punya teman. Dia memperlakukan Hye Na sebagai musuhnya dan memprovokasi dia dengan cara paling menyakitkannya, yaitu dengan mengejek latar belakang keluarganya. Kompetisi yang bersahabat dapat membuat siswa bersemangat untuk belajar tetapi bersikap sportif untuk kemungkinan kehilangan juga merupakan sifat penting untuk dipelajari.

6. Jangan terlalu mengandalkan tutor

Dalam drama ini, keluarga tampaknya terlalu mengandalkan tutor. Setiap kali nilai anak mereka jatuh, kesalahannya langsung terletak pada tutor dan tidak ada yang lain. Mereka tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kesehatan mental dan emosional para siswa. Pada batas tertentu, tutor dan pelatih dapat membantu meningkatkan kinerja siswa, namun pada akhirnya siswalah yang akan menghadapinya. Harus ada keseimbangan antara dukungan dan upaya individu.

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments