hero
(Komunita)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

12 Februari 2019, 06:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Nama Iman Usman erat kaitannya dengan start up Ruang Guru. Alasannya, karena ia adalah Co-Founder sekaligus Chief of Product dari perusahaan tersebut. Tapi di balik kesuksesannya, ada cerita menarik sekaligus inspiratif dari Iman. Apa saja? Berikut ulasannya:

1. Tergila-gila dengan Harry Potter

Enggak disangka-sangka kalau kesuksesan yang dijalani Iman saat ini berkat kesukaannya pada sosok Harry Potter. Tokoh fiksi dalam novel karangan J.K.Rowling ini yang menarik minat Iman buat belajar bahasa Inggris. 

Awalnya karena Iman selalu mau jadi yang paling tahu cerita penyihir itu, tapi dia enggak ingin menunggu lama novel terjemahannya. Akhirnya, Iman membaca novel Harry Potter versi bahasa Inggris dan memakai kamus elektronik buat tahu arti katanya satu per satu. 

Enggak cuma itu, dia juga belajar bisnis berkat Harry Potter. Dulu, cowok kelahiran 21 Desember 1991 ini menjual merchandise Harry Potter ke teman-temannya. Iman mengaku belajar organisasi juga berkat Harry Potter. Kerennya, dia pernah mengikuti meet and greet para fans Harry Potter. Dan di situ, Iman berkesempatan buat mengobrol langsung dengan Daniel Radclife si pemeran Harry Potter. 

2. Bukan dari Keluarga Kaya Raya

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Gue lahir dan besar di Padang, baru pas kuliah aja pindah ke Jakarta. Oleh karena itu gue bisa berempati banget sama teman-teman yang tinggal di daerah. Gue paham banget bahwa fasilitas dan sarana yang ada di daerah ga semaju di kota besar dan kesempatan buat ngapa-ngapain lebih terbatas. Dulu mau beli buku aja, kadang musti nunggu berbulan-bulan sampe di jual di toko buku. Kadang udah ditungguin, bukunya juga gak akan ada. Kalopun punya uang buat bayar, tapi kualitasnya juga gak begitu bagus. Karena SDM nya masih kalah sama yang di kota besar. Kalo begini terus - ya sampe kapanpun, gap antara mereka yang di kota besar sama kota kecil akan semakin meluas. Gue percaya bahwa teknologi bisa jadi salah satu solusinya. Teknologi memungkinkan kita untuk mendemokratisasi akses ke pendidikan yang jauh lebih berkualitas buat semua. Itu yang memotivasi gue dan Belva buat #Jalaninbareng bikin @ruangguru. Kita pengen bahwa siapapun dia bisa punya kesempatan yang sama buat menjadi apapun yang dia mau. Itu mimpi kita. Kenapa gak digratisin aja kak? Gue bukan pemerintah - yang bisa pake 'uang rakyat' buat melakukan berbagai hal yang kita kerjain sekarang. Di balik @ruangguru, ada 1000 orang yang bekerja tanpa lelah - yang masing-masing punya keluarga yang perlu mereka hidupi. Di luar itu, kita juga perlu memikirkan bagaimana menciptakan solusi yang bisa berkelanjutan, gak perlu minta sana sini, tapi inovasinya tetap hidup dan terus berkembang. Kita juga pernah tes bikin gratisan - tapi ternyata pemakaiannya nggak sebaik ketika berbayar. Orang jadi 'take it for granted'. Meskipun gak digratisin, tapi saat ini @ruangguru punya yayasan loh, yang khusus fokus membuat program-program afirmatif untuk mereka yang nggak mampu atau sulit aksesnya! Daan produk premiumnya pun masih di taraf terjangkau buat mayoritas penduduk Indonesia. Itu mimpi gue dan inovasi yang gue coba kerjain untuk membangun Indonesia. Apa mimpi lo? ???? @id_prudential #JalaninBareng #IAmPru #IAmPrudential

A post shared by Iman Usman (@imanusman) on

Lewat segala prestasinya, mungkin banyak yang menyangka Iman berasal dari keluarga kaya raya. Padahal jawabannya enggak. Dia tumbuh besar di Padang, Sumatera Barat hingga masa SMA. Kemudian masa kuliahnya ia jalani sebagai mahasiswa jurusan Hubungan Internasional di FISIP Universitas Indonesia. 

Sejak kecil, Iman mulai menunjukkan ketertarikannya pada bidang kemanusiaan dan pendidikan dengan meminjamkan bukunya pada teman-teman di sekita rumahnya.

3. Ingin Jadi Diplomat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Lenong bocah. #EdtechAsiaSummit

A post shared by Iman Usman (@imanusman) on

Iman pernah bercita-cita jadi diplomat. Dia sempat menjadi ASEAN Youth Ambassador dan Youth Advisor for The United Nations. Di usia 19 tahun, dia bahkan menjadi pembicara termuda yang mewakili Indonesia untuk bicara soal pemuda di depan Majelis PBB.

Pengalamannya tersebut membawa Iman keliling ke lebih dari 30 negara. Seperti Kanada, Prancis, Jepang, Belgia, Italia, Jerman, Inggris dan Cina. Sekarang, ia termasuk dalam komisi PBB yang berisi orang-orang powerfull seperti Presiden Jokowi, mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown,  bos perusahaan Alibaba, Jack Ma dan penyanyi Shakira. 

4. Mendirikan Ruang Guru Bareng Sahabatnya

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Working on Sunday night! #startuplife #lifeatRuangguru #demisesuapnasi

A post shared by Iman Usman (@imanusman) on

Di usia 22 tahun, Iman mendirikan Ruang Guru bersama sahabatnya Adamas Belva Syah Devara. Awalnya mereka hanya memiliki dua orang staf. Setelah satu tahun, bisnisnya berkembang dengan 12 orang staf dan sudah menempati kantor sendiri.

Sekarang, Ruang Guru memiliki lebih dari 90 staf dan sudah memberi layanan akses pengajaran online secara privat pada lebih dari 1 juta siswa di seluruh Indonesia. Bagi Iman, Ruang Guru adalah comfort zone yang sangat ia nikmati sekarang ini.

Di sisi lain, dia juga tidak tahu apakah start up nya akan tetap berkembang atau tidak. Karena itu, Iman mengaku siap kalaupun ia menemui kegagalan. Setidaknya dia sudah mencoba yang terbaik dan menjalani hal yang menjadi passion hidupnya. 

5. Jangan Banyak Alasan

Iman punya satu tips buat anak-anak muda yang ingin sukses, yaitu "enggak usah banyak alasan". Menurut Iman, berbagai alasan-alasan yang kita punya atau kita pikirkan, hanya akan membatasi diri, kreativitas dan ruang gerak kita.

 

Jadi kalau kamu ingin sesuatu, yakin itu yang terbaik dan pastinya kamu menyukai hal itu, langsung saja diusahakan. Caranya dengan belajar, bekerja keras dan terbuka sama berbagai kesempatan. Iman yakin, semua kerja keras yang dilakukan pasti membawa hasil yang setimpal. 

THE PERKS OF BEING TWENTY | YOUTUBE: AGUNG HAPSAH

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments