hero
(Daily Express)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

4 November 2018, 09:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Tanggal 29 Oktober 2018 lalu, kita dikejutkan dengan berita jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Penyebab jatuhnya pesawat ini tentu masih perlu penyelidikan lewat kotak hitam yang baru ditemukan pada 1 November kemarin.

Salah satu faktor yang sering dikaitkan sebagai penyebab kecelakaan pesawat adalah turbulensi. Saat turbulensi, kita mengalami sensasi hilangnya massa tubuh yang disebut negative g-force. Akibatnya, tubuh melepaskan hormon stres yang membuat kita merasa lebih cemas dari sebelumnya. Nah, berikut lima hal yang bisa dilakukan saat penerbangan kamu mengalami turbulensi:

1. Duduk di bagian depan pesawat.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

????????????????????#airplane #poland #boy #polishboy #uk #wait #fly #flying #selfie

A post shared by Paweł Trzeciak (@trzeciakpawel) on

Kalau kamu sering mabuk di perjalanan atau sensitif dengan turbulensi, sebaiknya pilih kursi pesawat yang ada di area depan. Duduk di bagian depan dapat meminimalisir guncangan atau getaran di pesawat. Berbeda dengan area belakang yang cenderung lebih “goyang”.

 

2. Latihan atur napas.

Seorang trainer yoga bernama Tara Lynn Hubbard, merekomendasikan latihan napas dalam atau deep breath agar kita tetap tenang saat melakukan penerbangan. Saat kita menarik napas dalam, dada dan paru-paru akan mengembang sehingga udara masuk ke tubuh kita. Dalam kondisi ini tubuh akan lebih rileks dan tenang.

 

3. Perhatikan kondisi awak kabin.

Saat terjadi guncangan, coba deh perhatikan kondisi awak kabin. Apakah mereka tetap tenang atau mulai terlihat panik juga? Sudah pasti, awak kabin akan berusaha sebaik mungkin di tengah kondisi darurat.

Tapi menurut Hubbard, kalau mereka tetap tenang ketika turbulensi, bisa jadi itu adalah guncangan biasa yang masih aman dalam penerbangan. Sebaliknya, kalau mereka juga panik, kemungkinan ada sesuatu yang lain terjadi.

4. Minum air putih.

Kalau kamu pikir, minum wine atau sedikit alkohol bisa mengalihkan kepanikan saat turbulensi, pendapat kamu kurang tepat. Ketika panik, kita justru harus menghindari minuman beralkohol. Sebaiknya kamu minum air mineral, agar perut tidak mual. Air mineral juga membuat kamu tetap terjaga dan bisa berpikir jernih.

5. Berusaha berpikir rasional.

Ini mungkin klise ya, tapi kamu tetap perlu berpikir kalau turbulensi adalah hal biasa dalam penerbangan. Bagi pilot dan awak kabin lainnya, kondisi ini lebih dinilai sebagai ‘ketidaknyamanan’ dibandingkan ‘masalah keamanan’.

Sebaiknya kamu tetap berusaha menilai bahwa turbulensi adalah hal yang normal. Dan pastinya, pesawat sudah disiapkan untuk mengalami kondisi itu dan pilot juga sudah terlatih untuk menanganinya sebaik mungkin.

Jadi enggak perlu takut atau parno buat naik pesawat ya. Pastikan diri kamu buat tetap waspada dan tenang selama penerbangan.  

CLASSPASS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments