hero
(Dok. PT. Jakarta MRT)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

30 Oktober 2018, 16:45 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Jika enggak ada kendala yang serius, kereta cepat Mass Rapit Transit atau MRT Jakarta segera bisa digunakan pada Maret 2019. Itu artinya sekitar kurang dari 6 bulan lagi, kita punya pilihan alternatif transportasi massal yang diharapkan bisa mengurangi jumlah pengguna kendaraan pribadi. 

Nah, sebelum menggunakan proyek senilai sekitar 16 triliun ini ternyata ada sejumlah aturan yang wajib diikuti. Aturan itu berlaku di semua stasiun MRT Jakarta. Apa saja tersebut? Berikut ulasannya:

1. Dilarang menggunakan kosmetik atau make up

Aturan ini bukan melarang kamu menggunakan make up ketika naik MRT loh, tapi saat berada di dalam kereta perlengkapan make up dan kosmetik jangan digunakan. Selain bisa mengganggu penumpang lain, menggunakan kosmetik saat berada di kereta juga bisa membuat tidak nyaman. Alasannya karena kereta melaju dengan kecepatan 40 sampai 60 kilometer perjam. Bisa-bisa saat pakai eye-liner mata tercolok.

2. Perhatikan saat mendengarkan musik

Kecuali kamu berada di gerbong yang disewa untuk rombongan, sebaiknya jaga tata krama untuk kenyamanan bersama. Mulai dari membiasakan memakai headset saat mendengar musik atau menonton film dari gadget.

3. Jangan duduk di lantai

Kebiasaan ini kerap terjadi di kereta commuter line Jabodetabek beberapa tahun lalu. Entah kenapa alasan orang banyak yang duduk di lantai. Hal ini bisa mengganggu kenyamanan dan lalu lintas pengguna lain. Tak cuma duduk di lantai, saat kereta ekonomi di Jabodetabek masih beroperasi, banyak yang nekat bawa kursi lipat!

 

 

4. Antre dengan baik dan benar

Garis sebelum kita naik ke kereta itu juga ada artinya. Di Jepang, calon penumpang tertib menunggu di belakang baris aman. Di Indonesia, garis aman ini biasanya berwarna kuning yang terletak di pinggir peron. Namun garis aman ini seringnya diabaikan. 

Disamping itu, kita juga harus tertib saat membeli tiket. Di stasiun MRT Jakarta ada ticket vending machine dan juga counter pembelian lewat petugas, sehingga calon pengguna punya banyak pilihan untuk membeli tiket.

5. Bijak menggunakan telepon

(Dok. MRT Jakarta)

Di KRL, terkadang  kita menemui ada penumpang yang berasa sedang di rumah sendiri. Ngobrol keras-keras seolah seluruh penumpang di kereta berminat mendengar obrolannya. Keadaan makin diperparah dengan situasi yang berdesak-desakan dan rasa lelah sepulang bekerja, hal-hal semacam ini tentu mengganggu. 

Di kereta, kamu tidak boleh menelepon ataupun ngobrol keras-keras agar tidak mengganggu penumpang lain. Bila panggilan mendesak dan terpaksa diangkat, bicara harus pelan-pelan dan minta izin untuk menelepon lagi bila sudah sampai di stasiun tujuan.

Keberadaan aturan-aturan ini bukan tanpa alasan. Semua diberikan semata-semata agar pengguna MRT bisa tertib.

“Sebenarnya dengan desain (baik infrastruktur maupun aturan) yang nyaman, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tertib ketika menjadi pengguna kereta,” ujar Corporate Secretary MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah.

PT. MRT Jakarta menyiapkan 16 rangkaian yang akan dioperasikan 14 rangkaian dan 2 rangkaian akan disiapkan sebagai cadangan. Setiap satu rangkaian terdiri dari enam kereta (gerbong) dan sampai saat ini sudah terdapat 36 kereta yang berada di Depo MRT Lebak Bulus.

AULIA KURNIA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments