hero
(Dok: PT. MRT Jakarta)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

19 Oktober 2018, 16:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Dalam hitungan bulan, masyarakat Jakarta bisa menggunakan moda transportasi massal berbasis kecepatan Mass Rapid Transit atau MRT. Tercatat hingga Oktober 2018 ini, kemajuan proyek MRT telah mencapai lebih dari 96 persen. 

Pada tahap I, MRT Jakarta tengah menyelesaikan 13 stasiun yang terdiri dari enam stasiun bawah tanah dan tujuh stasiun layang. Tiap stasiun, akan memiliki desain dan warna berbeda sesuai dengan tema atau ciri khas kawasan. 

Namun dari 13 stasiun tersebut, rupanya ada tiga stasiun yang mendapat perhatian khusus. Karena di stasiun tersebut akan dilengkapi dengan area bisnis untuk produk-produk usaha kecil menengah atau UKM. 

Kira-kira dimana sajakah lokasinya dan apa keunikannya? Berikut ulasannya:

1. Stasiun MRT Haji Nawi bakal bernuansa Betawi.

(DOK: PT. MRT Jakarta)

Mungkin di antara kamu, ada yang belum tahu kenapa kawasan tersebut diberi nama Haji Nawi. Nah rupanya menurut sejarah, dahulu kala wilayah Haji Nawi itu dimiliki dan dikelola oleh seorang saudagar berdarah Betawi, Haji Nawi. 

Untuk mengenang sosok Haji Nawi, stasiun MRT ini akan diberi sentuhan budaya Betawi. Sehingga UKM yang akan menggelar atau mengisi stand yang ada di stasiun ini akan bernuansa Betawi. Di stasiun ini kita juga bisa merasakan dan membeli bir pletok, kerak telor, sampai aneka kerajinan khas.

2. Stasiun MRT Blok A memiliki tema pasar tradisional.

(DOK: PT. MRT Jakarta)

Masih berkaitan dengan kisah masa lampau, rupanya sejak dulu wilayah Blok A ini sudah dikenal sebagai area bisnis. Sebagai simbol perdagangan, pikulan kayu dan keranjang bambu akan dihadirkan pada bangunan tiap sudut stasiun ini. 

Stasiun Blok A juga akan ada beragam UKM yang menjual aneka makanan tradisional khas jajanan pasar. Nah buat yang ingin nostalgia, boleh loh mampir-mampir ke sini kalau stasiunnya sudah jadi.

3. Stasiun MRT Sisingamangaraja dengan konsep ASEAN

(DOK: PT. MRT Jakarta)

Sebagai stasiun layang terakhir MRT Jakarta fase I, stasiun ini akan terintegrasi dengan kompleks sekretariat ASEAN. Bahkan gedung ASEAN akan menjadi landmark area stasiun. 

Tema ASEAN dipilih karena budaya dari negara anggotanya multikultural dan melambangkan persatuan dalam keberagaman. Rencananya aneka makanan ASEAN akan dihadirkan di sini, seperti pho dari Vietnam hingga mango sticky rice dari Thailand. 

Untuk mewujudkan ide serta gagasan tersebut PT. MRT Jakarta bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif atau BEKRAF. Namun semua UKM yang nantikan terlibat akan diseleksi terlebih dahulu. 

Sementara itu 10 stasiun lainnya akan dibuat khusus untuk retail atau bisnis. Ada empat bidang retail, yakni makanan minuman, fashion, convenience store dan ATM atau sejenisnya. 

Bagi pebisnis makanan dan minuman, syaratnya adalah memasak tanpa api dan makanannya bisa langsung dibawa atau grab and go. Semua ini dibuat untuk mendukung pola mobilitas masyarakat urban yang semakin digital, baik saat melakukan perjalanan, belanja atau pembayaran.

AULIA KURNIA

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments