hero

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

16 Oktober 2018, 08:45 WIB

INDONESIA

Tubuh yang ideal dan enak dilihat akan selalu menjadi goals semua orang. Makanya enggak heran dong, kalau semua cara dilakukan demi mendapat bentuk tubuh tersebut. Selain berolahraga, mengatur pola makan alias diet juga jadi salah satu cara yang tempuh. Nah, memilih diet harus hati-hati, jangan sampai diet yang kamu pilih justru merusak tubuh kamu.

Bagaimana kamu tahu kalau diet yang kamu pilih buruk untuk tubuh? Berikut ada 5 tanda yang harus kamu perhatikan. Awas, jangan sampai lengah, ya!

 

1. Siklus Menstruasi Kacau

Siklus menstruasi kacau, pertanda kamu harus hati-hati dengan diet yang dipilih. (BRIGHTSIDE)

Kamu harus mulai waspada kalau siklus menstruasi kamu enggak seperti biasanya.Tanda ini menunjukkan salah satu masalah paling umum, yaitu masalah hormonal. Hormon bertanggung jawab untuk mengatur metabolisme tubuh kita. Jika ketidakseimbangan hormon terjadi, maka dapat menyebabkan depresi.

Dalam banyak kasus, alasan untuk ini adalah kurangnya yodium dalam tubuh. Tetapi bahkan jika kita makan banyak produk yang mengandung yodium, mungkin masih belum cukup. Jadi disarankan untuk mengonsumsi suplemen yodium (jangan lupa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu).

2. Sering Lupa dan Sulit Berkonsentrasi

Sering lupa? Pastikan kamu cukup mengonsumsi Omega-3. (BRIGHTSIDE)

Omega-3 adalah asam lemak yang membantu otak berfungsi dengan baik, berkonsentrasi, dan mengingat hal-hal penting. Jika tubuh mengalami defisiensi omega-3, ia mulai menyerap lebih banyak lemak trans. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa lemak semacam itu dapat menyebabkan depresi.

Jika depresi disertai oleh masalah ingatan, cobalah mengkonsumsi lebih banyak omega-3. Asam ini terkandung dalam ikan, kacang-kacangan (terutama kenari), minyak (terutama minyak rami), dan biji gandum bertunas.

3. Kram Kaki

Kram kaki juga jadi salah satu tanda diet kamu bermasalah. (BRIGHTSIDE)

Kamu harus memperhatikan diet kamu jika mulai mengalami kram kaki berulang. Ini mungkin menunjukkan bahwa kamu memerlukan lebih banyak magnesium. Magnesium membantu mengaktifkan enzim yang bertanggung jawab untuk produksi serotonin. Kekurangan serotonin inilah yang  membuat kamu merasa tertekan, dan lebih jauh lagi menjadi depresi.

Dalam kasus kekurangan magnesium dan depresi, dokter biasanya merekomendasikan obat-obatan yang kaya magnesium. Kamu juga dapat mengkonsumsi makanan yang diperkaya dengan unsur-unsur yang terkandung dalam biji labu, kacang polong dan kacang pinus.

4. Kehilangan Nafsu Makan, Kelelahan dan Sesak Nafas

Hati-hati, kekurangan zat besi bisa membuat depresi. (BRIGHTSIDE)

Hilangnya nafsu makan bisa benar-benar membuat seseorang yang ingin menurunkan berat badan bahagia. Tetapi mungkin juga disertai dengan sesak napas dan kelelahan, yang sama sekali bukan berita bagus. Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa tubuh mengalami anemia karena defisiensi besi. Hal inilah yang menyebabkan depresi.

Untuk memecahkan masalah ini dapat mengkonsumsi suplemen kaya zat besi atau makanan seperti hati, ginjal (daging sapi, domba, daging sapi muda), gurita dan kedelai.

5. Gangguan Usus

Masalah dengan usus bisa jadi pertanda diet kamu enggak sehat. (BRIGHTSIDE)

Jika kamu mengikuti diet yang tidak sehat, usus akan segera memberi tahu kamu. Penting untuk diingat bahwa usus adalah organ tempat banyak hormon penting diproduksi. Misalnya, serotonin si hormon kebahagiaan. Serotonin diproduksi di usus kecil dan jika kamu merasa depresi dan mengalami masalah usus, cobalah untuk mengontrol jumlah seng yang kamu konsumsi.  Seng juga bertanggung jawab untuk pencernaan yang sehat. Seng terkandung dalam bibit gandum, keju (terutama ricotta, cheddar, mozzarella, dan gouda), daging (terutama hati dan daging sapi), dan seafood (terutama tiram).

BRIGHTSIDE | HEALTH

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments