hero
(Pixabay)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

3 Oktober 2018, 06:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Menjalani LDR memang suka bikin galau, antara yakin dan enggak yakin apakah usaha kalian bakal membuahkan hasil yang menyenangkan. Nah, ternyata lebih banyak hubungan pacaran jarak jauh yang gagal daripada yang berhasil. Sedih enggak sih? Berikut ini penjelasan, kenapa LDR cenderung enggak happy ending: 

1. Susah buat percaya ke orang yang tidak kamu lihat langsung.

(Pixabay)

Orang yang pacaran jarak dekat saja kadang masih suka parno atau curiga sama pasangannya sendiri. Nah, apa kabarnya yang LDR dan jarang ketemu pasangannya secara langsung? Apa bisa 100% yakin? 

Kepercayaan itu mesti dibangun. Dan kalau kata peribahasa, seeing is believing. Kamu harus melihat buktinya biar bisa benar-benar percaya. Saat LDR, bisa saja pasangan kamu cerita A-B-C-D-E, dan kamu percaya. Tapi apa semua yang dia sampaikan benar?

Terus misalnya, kalian saling bertemu tiap sebulan sekali. Tapi bagaimana dengan hari-hari lain selama kalian enggak ketemu? Well, coba dipikir lagi deh. 

2. Sering mengarah ke perselingkuhan.

(Pixabay)

Bukannya mau bikin parno ya, tapi ada banyak cerita tentang LDR yang ujung-ujungnya mengarah ke perselingkuhan. Godaan bisa muncul pada siapa saja. Apalagi saat kamu dan pasangan jaraknya berjauhan.

Di waktu, kamu frustasi dengan urusan kamu, sementara Si Dia nan jauh di sana, tentunya kamu butuh seseorang yang dapat membuat kamu nyaman dan tenang. Seringnya, dari hal seperti ini, kamu dapat merasakan kenyamanan baru yang enggak kamu dapatkan dari pacar LDR kamu. 

Sebaliknya, bisa juga pasangan kamu juga mendapat perhatian dari orang lain yang enggak kamu kenal, tapi dekat (secara fisik) dengan pacar kamu. Kalau sudah begitu, ujung-ujungnya apalagi kalau bukan selingkuh.

3. Siklus LDR yang enggak habis-habis.

(Pixabay)

Buat kamu yang menjalani atau pernah LDR-an, pasti pernah mengalami siklus LDR. Mulai dari masalah jarak yang bikin frustasi, frustasi lanjut berantem, habis itu berakhir dengan putus. Terus baper, eh jadian lagi dan di satu waktu terulang lagi siklus yang sama.

Jujur deh, perbedaan jarak dan waktu antar kalian berdua sering bikin stres. Karena enggak bisa dipungkiri, komunikasi antar kalian berdua sangat mungkin terhambat. Niatnya mau cari nyaman, eh malah bikin stres berkepanjangan. Kalau kamu baru berniat menjalani LDR, sebaiknya pertimbangkan siklus yang bakal kamu jalani ini.

4. Enggak ada masa depan, kecuali kalian tinggal di tempat sama.

(Pixabay)

Apa sih tujuan akhir dari kamu dan pacar yang menjalani LDR? Menikah atau hanya buat senang-senang saja? Kalau cuma buat senang-senang, ada baiknya kamu putus daripada hubungan kalian menguras emosi dan pikiran.

Tapi kalau niatnya serius menikah, sebaiknya pikirkan rencana kalian dari sekarang. Atur strategi biar kalian bisa bersama, karena bagaimanapun juga, ujung-ujungnya kalian harus tinggal bareng tanpa ada jarak lagi.

Percaya deh, walaupun sudah menikah, tapi pola yang kalian jalani masih seperti LDR, tantangan-tantangan di atas sangat mungkin tetap kalian temui. Di saat seperti ini juga harus ada komitmen dari kalian berdua. Atau salah satu mengalah untuk tetap mewujudkan impian kalian bersama.

Ya, walaupun kebanyakan LDR enggak berhasil, ada juga pasangan yang sukses menjalani LDR sampai menikah. Jadi, pikirkan baik-baik semua resiko yang sangat mungkin kamu temui, sebelum kamu menyesal dengan keputusan menjalani LDR sama pacar.

PAIRED LIFE

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments