hero
(UNDERSTOOD)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

19 Agustus 2018, 07:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Pada suatu titik dalam hidupnya, seseorang pasti mengalami insomnia yang mencegahnya mendapatkan kualitas tidur yang dibutuhkan. Ada banyak faktor yang menyebabkan insomnia, antara lain stres, kecemasan berlebih, pola makan yang buruk, jet lag, dan pola tidur yang terganggu.

Enggak sedikit seseorang mengalami insomnia berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Ada 2 jenis insomnia, yaitu insomnia primer yang enggak memiliki penyebab mendasar. Atau insomnia sekunder yang memiliki penyebab spesifik. Insomnia pun bisa berkembang menjadi akut atau kronis.

Insomnia biasanya ditandai dengan gejala seperti sulit tidur pulas dalam hitungan jam, terbangun sangat pagi, dan tertidur tapi enggak pulas. Selain itu, merasa kelelahan dan enggak berenergi, berat badan bertambah, perbedaan perilaku atau menjadi sangat sensitif. Bahkan hingga mengalami konstipasi. Dan berikut adalah beberapa dampak insomnia alias kekurangan tidur yang patut diwaspadai

1Kecelakaan

Kecelakaan. (ONE.NHTSA.GOV)

Kurang tidur menjadi ancaman keamanan utama di jalan. Kelelahan dapat menyebabkan reaksi kamu menjadi sangat lambat, bahkan sama seperti mengemudi dalam keadaan mabuk.

Menurut Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat, ada sekitar 100.000 kecelakaan mobil dan sekitar 7.000 kematian yang tdisebabkan oleh pengemudi mengantuk. 

2Proses berpikir lambat

Proses berpikir lambat. (BRAIN CHECK)

Tidur berperan penting dalam hal berpikir, memproses, dan belajar. Kelelahan dapat memperlambat proses ini secara signifikan. Ini dapat merusak konsentrasi, kewaspadaan, penalaran, dan pemecahan masalah. Sehingga mencegah otak mencapai kapasitas penuh dan menyebabkan kesulitan di tempat kerja atau di sekolah.

3Isu kesehatan yang mengancam nyawa

Isu kesehatan yang mengancam nyawa. (MEDICAL NEWS TODAY)

Menurut sebuah penelitian, 90% orang yang menderita insomnia memiliki masalah kesehatan lain. Seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke. 

4Masalah kejiwaan

Masalah kejiwaan. (ABC)

Kurang tidur dapat menyebabkan gejala depresi. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam setiap malam didiagnosis dengan depresi dan kecemasan.

Lebih jauh lagi, insomnia sangat terkait dengan depresi. Karena studi yang sama telah menunjukkan bahwa orang yang menderita insomnia itu 5 kali lebih mungkin untuk mengalami gejala depresi daripada orang yang enggak menderita insomnia.

5Penuaan dini

Penuaan dini. (STYLE PRESSO)

Satu hari saja kamu kurang tidur, dampaknya dapat dilihat pada kondisi kulit. Area mata menjadi lebih bengkak dan kulit menjadi lebih pucat saat kehilangan beberapa jam tidur.

Kurang tidur kronis berdampak besar pada kulit dan membuatnya menjadi longgar. Selain itu dapat membuat garis-garis halus muncul lebih cepat, dan menyebabkan lingkaran gelap di bawah mata.

Ketika tubuh enggak mendapatkan jumlah tidur yang dibutuhkan, tubuh akan melepaskan sejumlah hormon yang disebut kortisol. Nah, kortisol dapat menghancurkan kolagen dalam kulit yang bertanggung jawab untuk menjaganya tetap kencang.

6Mudah lupa

Mudah lupa. (THEAYURVEDA)

Ketika kamu tidur, otak menciptakan gelombang riak yang tajam yang bertanggung jawab untuk konsolidasi memori. Riak-riak ini memiliki kemampuan untuk menghubungkan memori dan mentransfer informasi baru. Dari memori pendek ke bagian memori panjang.

Ketika enggak cukup tidur, otak hanya menyimpan kenangan untuk sementara. Dan mencegahmu mengingat hal-hal dalam jangka panjang.

7Berat badan naik

Berat badan naik. (VIXEN DAILY)

Efek samping lain dari insomnia adalah meningkatnya rasa lapar dan nafsu makan yang dapat menyebabkan obesitas. Menurut sebuah penelitian, orang yang tidur kurang dari 7 jam setiap malam, 2 kali lebih beresiko mengalami kelebihan berat badan dibandingkan mereka yang tidur lebih dari 7 jam.

Hormon yang disebut ghrelin bertanggung jawab untuk merangsang rasa lapar dan leptin protein yang mengatur lemak dalam tubuh. Dan memberi sinyal pada otak untuk menekan nafsu makan.

Ketika kamu enggak cukup tidur, tubuh akan kekurangan ghrelin dan leptin untuk membuat otak tahu bahwa kamu enggak lapar, sehingga mengarah ke ilusi bahwa kamu masih lapar.

 

BRIGHTSIDE| SLEEP FOUNDATION 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments