hero
(BRIGHTSIDE)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

13 Juli 2018, 07:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Tanpa disadari, sering kali anak-anak disuguhi makanan yang mengandung banyak gula pada usia yang masih sangat dini. Padahal, kebiasaan ini berisiko membuat sensitivitas indra pengecap anak berkurang sehingga anak cenderung menolak makanan-makanan normal.

Ada juga makanan yang seharusnya enggak boleh dimakan oleh anak, karena karakteristik fisiologis tubuh yang berbeda. Nah, berikut beberapa makanan yang enggak seharusnya diberikan kepada anak-anak. Serta makanan yang lebih baik untuk jadi santapan pengganti, dilansir dari Brightside.

1Jus

Jus. (BRIGHTSIDE)

Segelas jus biasanya mengandung 5-6 sendok teh gula. Gula tersebut berpotensi diserap ke dalam aliran darah dan memberi dampak buruk untuk metabolisme karbohidrat dalam tubuh.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan anak untuk makan buah daripada minum jus. Atau seenggaknya, hanya berikan anak sari buah segar atau smoothie.

2Yoghurt

Yoghurt. (BRIGHTSIDE)

Pertama, saat ke supermarket, jangan sekali-sekali membeli produk yoghurt yang enggak disimpan di lemari es. Kedua, belilah yoghurt alami daripada yang memiliki perasa.

Yoghurt dengan perasa buah biasanya mengandung banyak gula, lemak, dan kalori yang menyebabkan anak-anak menjadi kelebihan berat badan. Dan meningkatkan risiko mereka terkena diabetes.

3Sereal

Sereal. (BRIGHTSIDE)

Sereal, muesli, dan makanan sejenis lainnya tampaknya memang sehat dengan banyaknya iklan yang mengklaim produk tersebut mengandung banyak vitamin dan mineral. Namun faktanya adalah sebaliknya.

Karena yang banyak terkandung dalam produk tersebut hanyalah gula. Semua unsur sehat dari jagung, gandum, dan gandum dibuang selama produksi dan hanya karbohidrat yang tersisa.

Sangat sulit untuk memuaskan rasa lapar dengan produk makanan seperti ini. Hanya dalam hitungan jam, anak pasti akan lapar lagi.

4Madu

Madu. (BRIGHTSIDE)

Anak-anak di bawah usia 2 tahun dilarang mengonsumsi madu. Enggak hanya untuk mencegah reaksi alergi yang mungkin terjadi, tetapi terkadang madu mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit infeksi serius pada anak yang disebut botulism.

5Anggur

Anggur. (BRIGHTSIDE)

Anggur memang mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan anak-anak. Tetapi ada alasan mengapa anak-anak enggak diizinkan untuk memakannya. Yakni karena ukuran buah anggur agak besar untuk ukuran mulut balita. Dan teksturnya licin, sehingga besar kemungkinan anak akan tersedak saat memakannya.

Juga, anggur sangat sulit untuk diproses dalam pencernaan anak. Pisang bisa jadi pengganti yang bagus untuk anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun.

6Multivitamin

Multivitamin. (BRIGHTSIDE)

Vitamin adalah topik yang cukup kontroversial dalam dunia parenting. Masalahnya, orang tua lebih sering mengandalkan pengetahuan sendiri ketimbang berkonsultasi dengan ahli.

Enggak peduli seperti apapun klaim di iklan atau seberapa lucunya bentuk vitamin tersebut. Vitamin untuk balita seharusnya hanya diresepkan oleh dokter.

Lagipula, sumber utama vitamin bagi anak-anak seharusnya berasal dari makanan alami. Sehingga enggak perlu memberi anak suplemen apa pun.

7Milkshake

Milkshake. (BRIGHTSIDE)

Ketika harus memilih untuk memberikan anak minuman soda atau milkshake, orangtua pasti cenderung memilih milkshake. Tapi ternyata, milkshake sama berbahayanya dengan soda lantaran kandungan lemak dan gulanya yang sangat tinggi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa minum minuman berlemak seperti itu secara rutin dapat menyebabkan perkembangan penyakit kardiovaskular. Yang berbahaya untuk orang dewasa apalagi anak-anak.

 

 

BRIGHTSIDE| AAPPUBLICATIONS| BODMINSOU

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments