hero
(Brightside)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

4 Juli 2018, 06:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Dulu pernah enggak kamu mendapat info kalau charger handphone enggak boleh dibiarkan mencolok semalaman? Atau kalau mau men-charge, sebaiknya tunggu sampai baterainya benar-benar habis atau 0%? Ternyata, seiring perkembangan teknologi, mitos-mitos itu pun berubah. Berikut informasinya yang dilansir dari Brightside: 

1. Jangan Charge Handphone Semalaman.

(Brightside)

Berbeda dengan dulu, bateri litium zaman sekarang sudah memiliki kontrol untuk berhenti mengisi daya ketika baterainya sudah full 100%. Jadi, kamu enggak perlu khawatir bakal memicu api atau kerusakan baterai karena di-charge semalaman. Tapi tetap perlu hati-hati. Karena kalau charge dilakukan semalaman, dikhawatirkan terjadi overheating pada handphone. 

2. Biarkan baterai habis sampai 0%, Baru Di-charge.

(Brightside)

Setiap baterai litium punya siklus charge yang terbatas. Misalnya, baterai iPhone memiliki 500 siklus. Satu siklus terjadi saat baterai diisi dari 0%-100%. Jadi, kalau baterai diisi saat dayanya 90% ke 100%, maka hanya 1/10 siklus yang terpakai.

Agar tidak membuang-buang satu siklus, sebaiknya kamu mengisi daya handphone beberapa kali dalam sehari. Jadi, tidak membiarkannya habis sampai 0%. Para experts menyarankan agar baterai lebih awet, sebaiknya baterai di-charge saat dayanya 40%-80%. 

3. Jangan Biarkan Baterai Handphone Mencolok.

(Brighside)

Membiarkan baterai mencolok terus menerus tentunya enggak nyaman dilihat. Lagipula, kamu enggak membutuhkan alat itu terus menerus kan? Ada empat kondisi yang mengharuskan kamu mencabut colokan charger. 

Pertama, di rumah kamu tidak ada pengaman listrik. Kedua, ada binatang yang dilepas dalam rumah. Kalau dibiarkan keliaran, dia bisa menggerogoti kabel jadi memicu bahaya. Ketiga, sering ada masalah aliran air di rumah. Keempat, charger kamu gampang panas atau sering menimbulkan suara jadi berpotensi bikin korslet listrik. 

4. Laptop Jadi Lemot Kalau Sering Di-charge.

(Brightside)

Sama seperti baterai handphone, baterai laptop akan berhenti mengisi daya kalau sudah full 100%. Para ahli menyarankan, kalau kamu mau menghabiskan baterai sampai 0% terus baru men-charge lagi, hal ini sebaiknya hanya dilakukan sebulan sekali. Laptop yang overheating atau lemot, seringkali disebabkan karena kesalahan penggunaan atau human error. Bukan karena masalah charger yang kemudian merusak laptopnya. 

Sekarang sudah tahu kan cara-caranya menghandle masalah charger ini? Kalau kamu masih ragu, kamu bisa disiplin buat melepas colokan charger setiap kamu mau pergi atau tidur. Jadi baterai gadget kamu bisa lebih awet. 

BRIGHTSIDE 

7

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments