hero
(BRIGHTSIDE)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

4 Juni 2018, 16:30 WIB

ARAB SAUDI

Mulai dari memilih seorang suami hingga naik kendaraan umum, di negara Arab Saudi, hampir semua hal terlarang untuk perempuan. Menurut laporan Gender Gap oleh World Economic Forum, Arab Saudi berada di peringkat 129 dari 134 negara dengan gap terbesar antar gender.

Lalu, bagaimana nasib perempuan yang harus hidup dengan hak-hak sangat terbatas? Manakah stereotip yang fakta dan yang mitos? Berikut beberapa larangan bagi perempuan di Arab Saudi yang terdengar enggak biasa, seperti dilansir dari Brightside berikut ini.

1Enggak boleh bepergian tanpa Mahram

Enggak boleh bepergian tanpa Mahram. (BRIGHTSIDE)

Para perempuan di Arab Saudi enggak memiliki hak untuk pergi ke mana pun tanpa suami atau kerabat laki-laki. Laki-laki yang menyertai seorang wanita ini disebut Mahram.

 Tanpa persetujuannya, perempuan enggak boleh meninggalkan negara, mendapatkan pekerjaan, menikah, memasuki universitas, atau bahkan menjalani operasi.

2Enggak boleh punya SIM, benarkah?

Enggak boleh punya SIM, benarkah? (BRIGHTSIDE)

Pada September 2017 lalu, Raja Arab Saudi akhirnya mengumumkan perubahan hukum yang akan memungkinkan perempuan untuk mengendarai mobil. Perubahan berlaku efektif pada Juni 2018 nanti. Tapi perempuan tetap harus mendapatkan izin wali untuk mengemudi. Saat ini, mengemudi di Arab Saudi masih ilegal.

3Enggak boleh naik kendaraan umum

Enggak boleh naik kendaraan umum. (BRIGHTSIDE)

Naik kereta diizinkan untuk perempuan, tetapi hanya dalam gerbong terpisah yang berada di ujung kereta. Sementara, sebagian besar perusahaan bus bahkan menolak untuk mengangkut penumpang perempuan. Inilah sebabnya mengapa perempuan di Arab Saudi harus berjalan, naik taksi, atau diantar oleh sopir pribadi.

4Harus mengenakan pakaian hitam dan besar

Harus mengenakan pakaian hitam dan besar. (BRIGHTSIDE)

Ketika berjalan di area publik, perempuan di Arab Saudi wajib menutupi seluruh tubuh mereka dan hanya menyisakan area wajah, tangan, dan kakinya yang terbuka. Abaya hitam atau gaun panjang dengan lengan dan jilbab adalah dua hal yang boleh dikenakan oleh perempuan. Pakaian harus terbuat dari kain tebal, longgar, dan enggak boleh menonjolkan lekuk tubuh.

5Enggak boleh banyak bekerja

Enggak boleh banyak bekerja. (BRIGHTSIDE)

Meskipun sudah ada banyak reformasi dan pencabutan larangan, persentase perempuan yang bekerja di Arab Saudi hanya 17%. Ini berarti bahwa sebagian besar perempuan di sana hanya tinggal di rumah dan merawat anak-anak mereka.

6Enggak boleh membuka pintu

Enggak boleh membuka pintu. (BRIGHTSIDE)

Sebagian besar rumah di Arab Saudi memiliki dua pintu masuk, satu untuk pria dan satu untuk perempuan. Perempuan enggak diperkenankan menerima tamu yang mengunjungi rumah. Tamu hanya dapat mengunjungi bagian rumah di mana perempuan tidak diizinkan untuk di zona tersebut.

7Pemisahan gender di semua tempat

Pemisahan gender di semua tempat. (BRIGHTSIDE)

Pemisahan gender adalah salah satu prinsip paling mendasar dari kehidupan perempuan di Arab Saudi. Untuk menghindari kontak dengan laki-laki yang enggak dikenal.

Masyarakat pun terpecah menjadi bagian perempuan dan laki-laki. Enggak hanya di rumah, tetapi juga di tempat-tempat umum seperti pantai, transportasi, bahkan di restoran.

Aturan ini sangat ketat. Ada bagian untuk anggota keluarga, untuk bujangan, dan untuk wanita yang belum menikah.

 

BRIGHTSIDE| BBC

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments