hero
Ilustrasi kebocoran data. (CMO AUSTRALIA)

EDITOR : REZA ADITYA

18 April 2018, 11:55 WIB

INDONESIA

Sejumlah anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat tidak puas atas klarifikasi manajemen Facebook Indonesia terkait kebocoran satu juta data pengguna. Facebook disidang di hadapan anggota komisi bidang informasi DPR itu kemarin.

Ada beberapa hal yang menyebabkan para legislator geregetan dengan jawaban Facebook. Khususnya, adalah menyoal kerahasiaan data pengguna dan penyalahgunaan oleh pihak ketiga.

BACA JUGA:

NET.Z pada Rabu, 18 April 2018 merangkum sejumlah pernyataan anggota parlemen yang kecewa atas pernyataan manajemen Facebook Indonesia soal bocornya data pengguna. Berikut rangkumannya.

1Menyalahkan Pihak Ketiga

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari (kanan) dan Vice President and Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner (kiri). (ANTARA/Dhemas Reviyanto​)


Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari menyatakan kebocoran data pengguna bukan kesalahan perusahaanya. Dia menuding ada pihak ketiga  mencuri data dengan membuat aplikasi tambahan di Facebook.

"Kami sadar bahwa upaya yang kami lakukan belum maksimal dalam mencegah penyalahgunaan perangkat kami," ujar Ruben. "Merupakan kesalahan besar bagi kami dan kami menyampaikan permohonan maaf."

Pihak ketiga yang dimaksud Ruben adalah Aleksandr Kogan, seorang peneliti dari konsultan politik Cambridge Analytica. Kogan membuat aplikasi personalisasi "thisismydigitallife" di Facebook.

Dari situ, banyak pengguna yang menggunakan aplikasi bertemakan kuis tersebut. Dan ternyata Kogan dari peranti lunak buatannya itu bisa melacak dan menyimpan behaviour pengguna.

Kogan kemudian menyalin seluruh data pengguna yang bermain aplikasi itu untuk kepentingan Cambridge Analytica. Konsultan politik itu kemudian menggunakan data tersebut untuk mempengaruhi pemilhan Presiden AS pada 2016.

Cambridge Analytica saat itu digunakan Donald Trump untuk kampanye. Namun belakangan, dalam keterangan tertulisnya Cambridge membantah telah menggunakan data pengguna Facebook untuk kepentingan politik.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi I Evita Nursanty kecewa dengan pernyataan Facebook Indonesia. "Belum apa-apa sudah bersikukuh tidak bersalah karena Kogan bukan dari Facebook. Itu tidak memberikan penjelasan."

2Tidak Memberikan Perjanjian Kerja Sama

Vice President and Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner (kanan)  di DPR RI. (ANTARA/Dhemas Reviyanto​)


Anggota Komisi I Sukamta meminta detail nota kerja sama Facebook dengan seluruh pembuat aplikasi. Sukamta ingin melihat poin yang dilanggar Aleksandr Kogan ketika mencuri data pengguna Facebook.

"Anda klaim bahwa Cambridge Analytica yang salah, tapi tidak menjelaskan kerja samanya seperti apa," ujar Sukamta. "Kami ingin ada bukti kerja sama semua pihak yang menggunakan data pengguna Facebook."

Menanggapi hal itu, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari tidak bisa menyodorkan beleid kerja sama itu ke anggota parlemen. Dia hanya mengatakan akan sesegera mungkin memberikannya setelah audit internal.

Vice President of Public Policy Facebook untuk Asia Pasifik Simon Milner mengatakan ketentuan kerja sama Facebook dengan pengembang aplikasi sewaktu-waktu bisa berubah. Dia tidak ingin kasus pencurian data terulang.

3Pelanggaran Kerahasiaan Data Pengguna

Vice President and Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner (kiri) dan Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari (kanan). (ANTARA/Dhemas Reviyanto)


Anggota Komisi I Andreas Hugo Pareira menilai Facebook tidak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab atas kebocoran data pengguna. Khususnya bocornya data satu juta warganet di Indonesia.

"Dalam kasus ini, Facebook seperti melakukan pembiaran," kata Andreas saat rapat dengar pendapat dengan Facebook di Kompleks Parlemen, Selasa kemarin.

Senada dengan Andreas, Anggota Komisi I Roy Suryo juga menganggap adanya kasus kebocoran data ini sebagai stimulus lahirnya undang-undang perlindungan data pribadi. Facebook nantinya harus tunduk pada aturan itu.

"Kita dengar sendiri Mark Zuckerberg  menyatakan tidak terlalu setuju dengan rancangan undang-undang kerahasiaan data di Amerika," ujar Roy. "Di Indonesia akan menyusun undang-undang itu jadi saya paksa Facebook harus tunduk."

4Khawatir Kebocoran Data Dimanfaatkan jelang Pilpres 2019

Ilustrasi Facebook dan Cambridge Analytica. (BETA NEWS)


Sejumlah anggota Komisi I khawatir kebocoran data satu juta warganet Indonesia dimanfaatkan konsultan politik yang berafiliasi dengan Cambridge Analytica. Apalagi, jelang pemilihan kepala daerah 2018 dan pemilihan presiden 2019.

Anggota Komisi I DPR Evita Nursanty menanyakan jaminan tersebut. "Bagaimana Anda meyakinkan kami kalau data pengguna tidak digunakan pihak ketiga?"

Anggota Komisi I DPR Sukamta juga mempertanyakan ke mana saja data itu digunakan selain Cambridge Analytica. Namun, jawaban yang dilontarkan Facebook tetap bersikukuh pada hasil audit internal.

5Janji Facebook

Ilustrasi Facebook. (EJINSIGHT)


Setelah dicecar berbagai pertanyaan oleh anggota Komisi I, manajemen Facebook Indonesia memaparkan sebuah janji agar kebocoran data tidak kembali terulang.

Beberapa janji itu antara lain mencari tahu cara Cambridge Analytica membobol data pengguna Facebook. Kemudian memastikan tidak ada penyalahgunaan data oleh aplikasi pengembang.

PRIHARDANI PURBA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments