hero
(NET/Yogi Gandanaya)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

5 April 2018, 06:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Mayor Jenderal Dr. dr. Terawan Agus Putranto menegaskan jika pengobatan stroke melalui metode “cuci otak” yang ia kembangkan telah diuji secara ilmiah. Berikut ini adalah deretan penjelasan yang dikemukakan oleh dokter Terawan seputar metode “cuci otak” dan bantahannya terhadap tudingan dari Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) dalam konferensi pers di RSPAD, Rabu, 4 April 2018.

1Metode “Cuci Otak” Telah Diuji Secara Ilmiah

Digital Subtraction Angiography (DSA) yang menuai kontroversi sudah diuji secara ilmiah. Pengujian tersebut dilakukan melalui disertasi yang disusun oleh dokter Terawan di bidang radiologi intervensi. Disertasi ini dikerjakan bersama lima dokter lain di Universitas Hasanudin, Makassar, 2016. Kemudian hasil riset itu pun telah dimuat di 12 jurnal internasional.

“Kalau itu diuji secara ilmiah, sudah dilakukan melalui disertasi. Dan disertasi universitas yang sangat terpandang menurut saya harus dihargai,” tegas dokter Terawan.
 

Disertasi terkait metode Digital Subtraction Angiography . (NET/Yogi Gandanaya)

 

2Bantah Telah Mengiklankan Diri

Dokter Terawan membantah jika telah mengiklankan diri sebagai dokter yang mampu menyembuhkan penyakit stroke melalui metode yang dikenal dengan cuci otak. Dia pun mengingatkan statusnya sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Saya sebagai seorang TNI tidak pernah mengiklankan diri," kata dokter Terawan.

“Saya malah tidak tahu iklan yang mana karena boleh ditunjukan dimana saya beriklan. Kalau hanya katanya beriklan, nah itu yang repot. Jadi mohon izin untuk ditunjukkan iklannya kaya apa? Karena itu membahayakan kalo menuduh sesuatu mengiklankan,” lanjut dokter Terawan. 
 

Dokter Terawan gelar konferensi pers di RSPAD Jakarta, Rabu, 4 April 2018. (NET/Yogi Gandanaya)

 

3Belum Terima Surat dari IDI

Sebelumnya beredar surat rekomendasi dari MKEK kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mencabut izin praktek dokter Terawan selama satu tahun karena dianggap melanggar kode etik kedokteran. Hal ini dikarenakan metode pengobatan stroke yang dilakukannya dianggap belum teruji secara ilmiah.

Meski demikian, dokter Terawan mengaku belum pernah menerima surat dari IDI. “Saya tidak dapat suratnya. Saya harus dapat surat, baru saya komentari. Hingga detik ini saya enggak mendapatkan surat yang ditujukan ke saya,” ujar dokter Terawan.

Sejumlah anggota Komisi I DPR juga mendatangi RSPAD Rabu siang, guna memberikan dukungan moril kepada dokter Terawan. Komisi I DPR juga mengatakan hingga saat ini belum ada surat keputusan dari IDI mengenai pemecatan dokter Terawan.
 

Dokter Terawan mendapat dukungan dari sejumlah anggota Komisi I DPR RI. (NET/Yogi Gandanaya)

 “Informasi mengenai doikter Terawan dipecat ini belum ada karena sampai saat ini belum ada surat yang diberikan oleh IDI tentang keputusan pemecatan. Yang beredar adalah keputusan Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) yang mestinya ini rekomendasi MKEK kepada PB IDI dan mestinya bersifat rahasia,” Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almayshari.

4Pencemaran Nama Baik RSPAD

RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. (NET/Yogi Gandanaya)


“Sebagai mitra kami, jelas RSPAD dalam hal ini tercemar atau dicemarkan nama baiknya dengan adanya peredaran keputusan MKEK yang mestinya keputusan MKEK itu rahasia dan dia ditujukan untuk PB IDI akan tetapi beredar. Ini yang saya kira jadi masalah siapa yang mengedarkan ini?” ujar Abdul Kharis Almayshari.

GALUH RAHMAT | YOGI GANDANAYA

6

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments