hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

26 Maret 2018, 19:50 WIB

INDONESIA

Grab resmi mengakusisi operasional Uber Asia Tenggara mulai hari ini, Senin, 26 Maret 2018. Kesepakatan yang disebut-sebut sebagai deal terbesar yang pernah terjadi antara perusahaan internet di Asia Tenggara. Dengan adanya akuisisi ini maka aplikasi layanan pemesanan kendaraan dan pesan-antar makanan milik Uber di kawasan Asia Tenggara akan diintegrasikan ke platform Grab. Apa saja target yang dibidik oleh Grab lewat akuisisi ini? Berikut informasinya:

1Integrasi Layanan Penumpang Uber ke Grab

Grab telah memastikan aplikasi layanan antar penumpang Uber masih beroperasi selama dua minggu ke depan. Saat ini, Grab dan Uber sedang melakukan migrasi mitra pengemudi dan penumpang Uber, rekanan merchant, maupun rekanan pengantaran Uber Eats ke platform Grab. 

“Kami secara aktif melakukan proses penerimaan mitra pengemudi Uber untuk memastikan pelayanan kepada para mitra pengemudi dan konsumen tetap berjalan seperti biasa,” kata Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata dalam siaran persnya.

Grab akan mengintegrasikan layanan Uber ke aplikasinya. (REUTERS)

 

2Berambisi Sebagai Platform Terefisien dari Segi Biaya

Grab berambisi menjadi platform terefisien dari segi biaya di Asia Tenggara. Lewat akuisisi ini pula Grab mengambil alih operasional dan aset-aset Uber di Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

“Saat ini jumlah mitra Grab adalah 2,6 juta di seluruh Asia Tenggara untuk seluruh layanan,” kata Juru Bicara Grab kepada NET.Z. Adanya akuisisi diharapkan akan menggelembungkan jumlah mitra Grab di Asia Tenggara.

3Integrasi Layanan Antar Makanan Uber Eats ke GrabFood

Akhir Mei semua rekanan pengantaran dan restoran Uber akan dipindahkan ke platform GrabFood. “Dengan jumlah mitra yang lebih besar (suplai) di platform kami, kebutuhan transportasi penumpang (permintaan) akan lebih cepat terpenuhi. Penumpang dapat menikmati waktu tunggu yang lebih singkat,” kata Ridzki Kramadibrata.

Grab berambisi menjadi platform terefisien dari segi biaya. (REUTERS/Iqro Rinaldi)

 

4Mengincar Perluasan Bisnis Layanan Antar Makanan

Grab akan mengembangkan bisnis GrabFood yang telah dimilikinya di Indonesia, Thailand, Singapura, dan Malaysia. Perluasan bisnis layanan antar makanan ini akan didukung lewat integrasinya dengan aplikasi layanan serupa yang sudah ada di Uber, yaitu Uber Eats. GrabFood pun menargetkan akan tersedia di seluruh negara-negara besar Asia Tenggara pada semester pertama 2018.

BACA JUGA:
Begini Cara Hacker Bobol Grab Sampai Merugi Rp6 Miliar
Utang Rp 9,4 Triliun, Grab Bikin Rental Mobil Terbesar di Asia Tenggara

5Pengembangan Layanan Pembayaran dan Layanan Keuangan

Grab menyatakan akan terus mengembangkan layanan Grab Financial, yang meliputi pembayaran mobile, micro-financing, asuransi, dan layanan keuangan lainnya. GrabPay sebagai dompet mobile ditargetkan akan tersedia di seluruh negara besar Asia Tenggara di akhir 2018.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments