hero
(ANTARA/Aprilio Akbar)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

20 Maret 2018, 20:00 WIB

INDONESIA

Polda Metro Jaya sedang menyiapkan langkah antisipasi terkait maraknya kejahatan skimming atau penggandaan data nasabah dengan menggunakan alat tertentu di ATM. Uniknya, pelaku yang tertangkap adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Eropa Timur. 

Berikut ini fakta-fakta penting dan menarik dengan maraknya keterlibatan WNA Eropa Timur pada aksi skimming yang meresahkan masyarakat belakangan ini. 

Polisi mengumumkan penangkapan pelaku skimming, seorang WNA Bulgaria, 19 Maret 2018. (NET/Octa Barry)

 

1Polisi Minta Imigrasi Perketat Pengawasan WNA di Indonesia

Polisi telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas orang asing di Indonesia. Selain itu, polisi akan bekerjasama dengan Interpol untuk mendeteksi rekam jejak kasus pidana para WNA pelaku skimming yang telah tertangkap.

Paspor WNA Bulgaria, pelaku skimming yang ditangkap di Jakarta, 16 Maret 2018. (NET/Octa Barry)

“Nanti kita koordinasinya dengan Interpol, kita komunikasikan mengenai catatan kriminal mereka. Sejauh ini dari hasil pemeriksaan terhadap 5 tersangka skimming yang telah diamankan asal Hongaria, Rumania, dan terakhir asal Bulgaria,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono di Jakarta, Selasa 20 Maret 2018.

3Pembagian Peran Sindikat Skimming Eropa Timur

Argo Yuwono menerangkan pembagian peran sindikat pelaku skimming. Pertama, penyedia perangkat keras dan perangkat lunak alat skimming. Kedua, pemasang alat skimming ke sejumlah titik anjungan tunai mandiri. Ketiga, orang yang mengambil uang di ATM setelah data nasabah dicuri.

Beberapa perangkat skimming yang diamankan polisi dari tangan pelaku. (NET/Octa Barry)

 

4Jaringan Eropa Timur Mengincar ATM Sepi

"Modus operandi yang kita sering ungkap dan TKP-TKP yang mereka jadikan sasaran terutama ATM yang lokasinya sepi atau tidak ada sekuriti atau Satpam," ujar Kasubid Perbankan Bareskrim Polri, Kombes Pol. Supriadi kepada NET di Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018.

Polisi memeriksa ATM di sekitar Semarang, Selasa, 20 Maret 2018. (NET/Yusuf Hanggara)

 

5Sindikat Eropa Timur Memasang Alat di Mulut ATM

Alat skimming dipasang di mulut ATM. Fungsinya merekam data dari nasabah yang menggunakan mesin ATM tersebut. “Mereka memasangnya tentu melihat situasi yang sepi, tidak ada penjaga lalu dipasang,” kata Supriadi.

Menurut kepolisian, sindikat skimming Eropa Timur telah mencuri 3000 data nasabah dari 64 bank yang ada di Indonesia.

WNA Bulgaria pelaku skimming diumumkan Polda Metro Jaya, Senin, 19 Maret 2018. (NET/Octa Barry)

 

6Alat Skimming Produksi Rusia

Menurut Supriadi, alat-alat skimming dibeli oleh para pelaku secara online. Ada yang produk luar negeri dari Rusia, ada pula yang produk lokal. Semua alat dirakit di Indonesia.

Peralatan skimming yang disita dari tangan pelaku. (NET/Octa Barry)

 

7Sindikat Skimming Eropa Timur Merekrut Orang Indonesia

Dari 5 pelaku yang sudah digulung polisi, 4 pelaku adalah WNA Hongaria, Rumania, dan Bulgaria. Seorang lagi Warga Negara Indonesia.

Polisi memeriksa ATM di sekitar Semarang, Jawa Tengah. (NET/Yusuf Hanggara)

"Dari beberapa sindikat atau jaringan cyber crime di perbankan ini sebagian besar campuran anggotanya, pasti ada orang kita atau orang lokal, tujuannya tentu untuk mengurangi kecurigaan petugas atau orang-orang yang ada di sekitarnya," papar Supriadi.

Argo menambahkan, “Kita mengharapkan masyarakat Indonesia yang berkenalan dengan orang Eropa Timur untuk berhati hati, selektif sekali dalam menerima persahabatan.”

OCTA BARRY | RIO PRAMASTA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments