hero
(ANTARA/Aditya Pradana)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

19 Maret 2018, 20:10 WIB

JAWA TENGAH, INDONESIA

Gara-gara ulah Benny Rahmansyah (45 tahun), seorang hacker dari Jakarta Timur, perusahaan aplikasi taksi online Grab merugi hingga enam miliar rupiah. Selain Benny, polisi juga menahan tujuh driver mitra Grab yang menjadi “ghost driver” atau pengendara dengan order fiktif. 

Delapan pelaku ini menduplikat software aplikasi transportasi online Grab di Semarang dan Pemalang. Aksi mereka bisa dibongkar oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng, Senin, 19 Maret 2018. Beginilah cara mereka membobol Grab sebulan terakhir dan dampak kerugiannya pada salah satu operator taksi online ini.

Sejumlah tersangka kasus order fiktif taksi daring dan sejumlah barang bukti. (ANTARA/Aditya Pradana) 

 

1Pembagian Peran Antara Hacker dan "Ghost Driver"

Komplotan ini terdiri dari Benny yang beraksi sebagai hacker alias “pengoprek” aplikasi Grab. Ponsel berisi aplikasi Grab yang telah di-hack lalu dijual ke tujuh oknum driver mitra Grab alias "ghost driver". 

”Yang satu sebagai pengoprek, yang ngoprek-ngoprek atau hacker-nya, yang menjual aplikasi maupun handphone yang berisi aplikasi kepada driver Grab. Yang tujuh orang lainnya merupakan ghost driver-nya. Kalau kita pelajari memang sesuatu yang sudah terorganisir,” kata Kasubnit Reskrimsus Polda Jateng, AKBP Tedy Fanani, saat gelar perkara, Senin, 19 Maret 2018.

 

2Order Fiktif

Tujuh sopir taksi online yang melakukan orderan fiktif dalam satu hari bisa mendapatkan keuntungan Rp 4,2 juta. Sebab dari satu ponsel bisa mendapatkan 8 orderan fiktif dengan keuntungan Rp 80 ribu.

"Nah ini mereka menggunakan 203 unit ponsel. Para pelaku ini memilih rute terdekat, padahal tidak kemana-mana, hanya aplikasi ilegal itulah yang seolah-olah melakukan perjalanan," papar Tedy.

Aplikasi Grab yang sudah di-hack. (NET/Yusuf Hanggara)

 

3Kerugian Grab

Selama enam bulan beraksi melakukan orderan fiktif atau angkut penumpang "tuyul" Grab Indonesia mengaku dirugikan hingga Rp 6 miliar. "Kerugian yang diderita Grab ini mencapai Rp 6 miliar. Oleh karena itu, mereka melaporkan ke kami untuk mengungkapnya," tandas Tedy.

Handphone sebagai barang bukti yang disita polisi. (NET/Yusuf Hanggara)

Para pelaku kini masih terus diperiksa secara intensif oleh petugas karena adanya indikasi kejahatan tersebut dilakukan secara terorganisir. Seorang pelaku bernama Fajar yang berperan sebagai pemilik rekening akun driver palsu masih dalam pengejaran. 

YUSUF HANGGARA

50

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments