hero
(MEDIUM)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

15 Maret 2018, 07:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Jangan dulu sembarang menilai karakter, kebiasaan, atau perilaku seseorang. Karena bisa jadi apa yang secara umum dianggap negatif merupakan hal yang sebaliknya.

Beberapa ilmuwan menyatakan, ada beberapa kebiasaan buruk, yang justru mengidentifikasi tingkat aktivitas seseorang dan keterampilannya yang luar biasa. Berikut beberapa karakter atau perilaku seseorang yang menjadi indikasi kecerdasan yang tinggi, seperti dilansir Brightside berikut ini.

1Tangan kidal

Tangan kidal. (BRIGHTSIDE)

Para ilmuwan menghubungkan kidal dengan ‘pemikiran yang berbeda’, atau sebuah bentuk kreativitas yang dapat menghasilkan gagasan baru. Begitu juga pada orang yang mengalami ‘ambidextrous’ alias memiliki aktivitas gerak tangan yang sama.

Jadi, cobalah melakukan beberapa tindakan dengan tangan kiri dan sebaliknya. Tindakan ini mengaktifkan area otak yang belum berkembang.

2Sering mengkhawatirkan hal kecil

Sering mengkhawatirkan hal kecil . (BRIGHTSIDE)

Orang yang cenderung khawatir lebih dari pada orang lain mendapat lebih banyak poin dalam tes kecerdasan non-verbal dalam sebuah penelitian. Para ilmuwan menghubungkannya dengan fakta bahwa mereka yang selalu khawatir cenderung melakukan pekerjaan dengan lebih baik.

3Suka bercanda

 

Auk amat :D Credit @kandangan_tawa

A post shared by :Dagelan - Asikin aja lagiii (@dagelan) on

Sebuah penelian University of New Mexico menunjukkan 86% siswa cerdas yang mendapat nilai tertinggi dalam tes cenderung lebih humoris. Menurut para ilmuwan, humor mempengaruhi kemampuan intelektual, menjaga otak dan sistem saraf dalam kondisi baik, dan membuat kita lebih pintar.

4Selalu KEPO

Selalu KEPO. (IMGFLIP)

Dalam sebuah penelitian di Inggris, para ilmuwan mengamati 6.000 orang yang lahir dalam 50 tahun terakhir. Mereka menemukan bahwa anak-anak berusia 11 tahun yang mendapat nilai lebih tinggi dalam tes IQ tampaknya lebih kepo atau penasaran, dan terbuka terhadap pengalaman baru di masa depan mereka.

5Suka begadang

Suka begadang. (BRIGHTSIDE)

Sebuah studi yang terbit di majalah Personality and Individual Differences, mempelajari hubungan antara kecerdasan anak dan kebiasaan tidur. Diketahui bahwa mayoritas orang pintar bangun lebih siang pada hari kerja dan akhir pekan. Penelitian serupa lainnya meneliti 400 rekrutan Angkatan Udara AS dan menghasilkan kesimpulan serupa.

6Mudah terdistraksi

Mudah terdistraksi. (BRIGHTSIDE)

Jika kamu sering terganggu atau terdistraksi, bisa jadi kamu mungkin lebih pintar dari orang lain. Setidaknya, itu menurut para ilmuwan. Menurut sebuah studi, semakin sulit bagi seseorang untuk tetap terkonsentrasi, semakin pintar orang tersebut. Para ilmuwan menjelaskan bahwa ini karena aktivitas otak yang tinggi memang sulit untuk dikendalikan.

7Banyak berjalan

Banyak berjalan. (BRIGHTSIDE)

Ilmuwan Amerika membuat sebuah studi statistik dan menemukan bahwa orang-orang yang tinggal di kota yang berorientasi pada pejalan kaki memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Daripada mereka yang tinggal di kota-kota di mana ada transportasi.

8Selalu merasa enggak tahu

Selalu merasa enggak tahu. (BRIGHTSIDE)

Efek Dunning-Kruger adalah hasil studi Justin Kruger dan David Dunning yang menjadi ilmu klasik dalam psikologi sosial. Kesimpulannya adalah: semakin pintar seseorang, semakin dia meragukan kemampuan kognitifnya. Dengan kata lain, orang pintar enggak takut untuk mengatakan ‘Saya enggak tahu’. Tapi, jika mereka enggak tahu sesuatu, mereka bisa menemukan sesuatu yang baru.

9Mampu mengendalikan diri

Mampu mengendalikan diri. (BRIGHTSIDE)

Orang cerdas mampu mengelola impulsivitas dan piawai menahan emosi. Mereka juga memikirkan konsekuensi sebelum mereka mulai melakukan sesuatu.

10Sering menunda

Sering menunda. (BRIGHTSIDE)

Mayoritas orang pintar cenderung menunda tugas mereka dan hal ini menjadi perhatian oleh banyak ilmuwan. Sebagai contoh, Adam Grant mengatakan bahwa menunda-nunda adalah kunci inovasi. Steve Jobs bisa menggunakan penundaan sebagai strategi, yaitu membiarkan otaknya beristirahat dengan beralih ke tugas yang sama sekali berbeda.

11Suka menggigit sesuatu

Suka menggigit sesuatu. (BRIGHTSIDE)

Mengunyah permen karet dapat meningkatkan aktivitas dan konsentrasi otak, sayangnya hanya selama 20 menit. Namun, para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa orang pintar cenderung memiliki kebiasaan untuk mengunyah sesuatu secara konstan. Mereka menjelaskan bahwa ketika mengunyah, otak terbuka untuk refleksi dan analisis diri.

 

BRIGHTSIDE| PRINCETON| NEWYORKER

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments