hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

17 November 2017, 00:10 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Fredrich Yunadi, pengacara Ketua DPR Setya Novanto mengatakan kliennya mengalami kecelakan pada Kamis, 16 November 2017. Novanto, kata Fredrich, saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan. 

Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah mengatakan, pihaknya telah menerima kabar tersebut. Sebelum mendengar kabar kecelakaan Novanto, KPK telah mengirimkan surat ke kepolisian untuk memasukkan Setya Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

"Setelah dibicarakan di internal KPK sampai dengan sekitar malam, kami tidak mendapatkan kedatangan atau penyerahan diri tersangka SN, akhirnya diputuskan pimpinan KPK mengirim surat ke Mabes Polri dan Interpol dan mencantumkan nama yang bersangkutan di daftar pencarian orang," kata Febri dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis malam.

Febri mengatakan, penetapan DPO merupakan salah satu kewenangan KPK yang tercantum dalam pasal 12 ayat 1 huruf H dan I UU KPK. KPK, lanjut dia, juga bisa meminta bantuan kepolisian untuk melakukan proses pencarian dan tindakan-tindakan hukum yang lain.

KPK juga melakukan berbagai langkah setelah mendengar kabar kecelakaan Novanto. Berikut tindakan yang diambil KPK:

1Tim KPK ke RS Medika Permata Hijau

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya mengirim tim ke rumah sakit tempat Novanto dirawat setelah disebut mengalami kecelakaan.

"Kami mendengar informasi kejadian yang terjadi malam ini. Tentu kemudian tim langsung melakukan pengecekan kesana untuk melihat lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi," kata Febri.

"Pimpinan standby di kantor untuk menunggu informasi perkembangan lebih lanjut," tambahnya. Kondisi Novanto, lanjut Febri, akan diperhatikan betul oleh tim KPK.

2Mencermati Persis Kronologi Kecelakaan

KPK akan melihat secara persis kronologi kecelakaan yang menimpa Novanto.

"Apakah kecelakaan tersebut, kalau memang kecelakaan itu benar-benar terjadi dan berakibat seseorang tidak bisa dilakukan pemeriksaan misalnya atau tidak bisa mengikuti proses hukum lain atau masih bisa dilakukan pemeriksaan, itu perlu dicek lebih lanjut dan tim sedang memastikan itu ke lokasi," kata Febri.

3Cek Mobil dan Penumpang

Selain kondisi terakhir Novanto dan kronologi kecelakaan, KPK juga akan memeriksa arah mobil perjalanan Novanto.

"Tentu kami harus lihat juga kalau benar kecelakaan terjadi, posisi mobil apakah memang menuju ke arah kantor KPK seperti yang disampaikan atau menuju ke arah yang lain," ujar Febri.

Sebelumnya Fredrich Yunadi, pengacara Novanto mengatakan kliennya akan menuju KPK setelah dari studio Metro TV. Namun, sebelum sampai Metro TV, Novanto kecelakaan.

KPK juga akan memastikan jumlah penumpang di dalam mobil Novanto. "Terhadap orang-orang yang ada di dalam mobil, siapa saja yang kemudian dirawat, berapa orang isi mobil tersebut tentu akan menjadi perhatian karena bagi kami penanganan perkara ini akan dilihat serinci mungkin," jelas Febri.

4Pertimbangkan Koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia

Untuk memastikan kondisi Novanto, KPK mempertimbangkan melakukan koordinasi dengan IDI.

"Apakah nanti dibutuhkan koordinasi dengan IDI, tentu akan kami bicarakan lebih lanjut. Namun pasti di bidang medis, maka koordinasi dengan pihak dokter akan menjadi satu hal yang sangat penting," jelas Febri.

Dia mengatakan, koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak dapat dijadikan pertimbangan. "Yang pasti kami sekarang berkoordinasi dengan pihak Polri, termasuk surat DPO itu sudah kami sampaikan dan diterima."

ANGGY PASARIBU

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments