Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia hingga hari ini, Kamis (19/9/2019). Ironisnya, 99 persen penyebab bencana ini adalah ulah tangan-tangan manusia sendiri. Yang bertujuan untuk membuka ladang perkebunan.

Terdapat 328.724 hektar lahan yang terbakar di seluruh Indonesia disebabkan oleh 4.012 titik panas sejak Januari sampai Agustus 2019. Dan kebakaran hutan terparah di wilayah Jambi, sementara dampak terparah kabut asap berada di wilayah Riau.

Data BMKG mencatat sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Semenanjung Malaysia, Serawak Malaysia, dan Singapura.

Baca juga: Masalah Kabut Asap Karhutla, Kepala BNPB: Pejabat Daerahnya Kurang Peduli!

Tak Hanya Manusia, Puluhan Orang Utan Juga Terserang ISPA Akibat Asap Karhutla

Akibatnya warga terdampak kesulitan bernafas, mereka terpaksa menghirup udara tidak sehat karena terpapar kabut asap karhutla yang terdiri dari gas, uap, dan partikel-partikel yang membahayakan tubuh, terutama sistem pernapasan.

Tak hanya membahayakan kesehatan manusia, satwa-satwa yang berada di wilayah terdampak juga tak luput merasakan dampak buruknya. Setidaknya 34 orang utan muda di Pulau pra Pelepasliaran dan yang berada di Pusat Reintroduksi BOS Nyaru Menteng terindikasi ISPA. Kondisi ini membuat tim medis harus memberikan penanganan ekstra. Khususnya kepada orang utan yang sudah terserang ISPA. Yakni dengan cara memberikan nebulizer, multivitamain, dan antibiotik.

Selain itu, International Animal Rescue (IAR) Indonesia dan BKSDA Kalbar Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 1 Ketapang juga harus menyelamatkan dua orang utan jantan dan betina berusia sekitar 20 tahun dari atas pohon di tengah lahan yang sudah habis terbakar. Tepatnya di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin (16/9/2019). Selanjutnya kedua mahluk primata tersebut akan menjalani perawatan di pusat rehabilitasi IAR.

TIM LIPUTAN

 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments