Munculnya kasus rabies  di sekitar Bali sebagian besar dipengaruhi lantaran terlalu banyaknya anjing-anjing liar yang terus beranak. Anjing-anjing itu tak diperhatikan pemiliknya. Tanpa disterilisasi ataupun diberi vaksin. Alasannya karena keterbatasan ekonomi dan pengetahuan sang pemilik.

Tim medis dari Yayasan Sheva Bhuana melakukan operasi sterilisasi terhadap anjing liar di Pantai Kelan, Badung, Bali, Jumat (19/7/2019). Operasi pemandulan tersebut untuk mengendalikan perkembangbiakan anjing liar dalam upaya menekan penularan virus rabies di kawasan itu. 

Tak hanya di Bali, pencegahan virus rabies juga dilakukan di sejumlah daerah lainnya. Meski tak sampai ada operasi pemandulan, sebagian besar hanya dilakukan vaksinasi. Seperti di Bogor Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor bersama Dinas Pertanian Kota Bogor, (5/7/2019).

Selain itu, upaya melindungi hewan dari virus rabies ini juga dilakukan oleh pihak petugas Dinas Pertanaian dan Peternakan di Desa Tenggela, Kabupaten, Gorontalo, (26/6/2019).

Petugas Dinas Pertanian Kota Semarang juga tak ketinggalan, memberikan vaksinasi rabies gratis kepada hewan peliharaan. Sebagai upaya sosialisasi meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan berbagai penyakit pada hewan. Kegiatan itu dilakukan di Kelurahan Pedurungan Tengah, Semarang, Jawa Tengah, (25/6/2019).

Rabies sendiri merupakan penyakit yang bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus ini dapat ditularkan pada manusia melalui gigitan hewan. Misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments