Pertambangan batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan dunia kategori budaya. UNESCO menetapkannya dalam sesi sidang ke-43 Komite Warisan Dunia di Gedung Pusat Kongres Baku, Azerbaijan. 

Tambang Ombilin di Jalan Diponegoro, Kecamatan Lembah Segar, Kota  Sawahlunto mulai beroperasi sejak 1892 di era kolonial Belanda. Tambang ini dimiliki oleh PT Tambang Batubara Bukit Asam dan dikelola oleh China National Technology Import-Export Corporation. 

Pengunjung berada di bekas lubang tambang batubara Mbah Suro, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Rabu (10/7/2019). Pemkot Sawahlunto akan melengkapi infrastruktur penunjang pariwisata, menyusul ditetapkannya situs tambang batubara Ombillin di kota itu sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Tambang yang menghasilkan sekitar 500.000 ton batu bara setiap tahunnya ini sudah menjadi icon wisata bagi Kota Sawahlunto sejak 2001. Berkat warisan tambang batubara ini, Sawahlunto berhasil mengubah daerahnya dari tambang terpencil menjadi perkotaan yang dinamis. 

Dengan penetapan Kota Sawahlunto ini, sekarang Indonesia mempunyai lima warisan budaya dunia. Sebelumnya, warisan budaya dunia lain yang dimiliki Indonesia antara lain Candi Borobudur dan Candi Prambanan (1991), Situs Sangiran (1996), dan Sistem Subak Bali (2012). Foto-foto peninggalan heritage tambang batu bara di Sawahlunto kami bingkai dalam galeri di atas. 

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments