Mendengar nama Sate Matang, pasti yang terlintas di benakmu adalah: "Ya, namanya juga sate pasti matang dong?". Eits, jangan salah, nama kuliner khas Aceh ini enggak memiliki arti matang secara harfiah seperti dugaan banyak orang. Sate Matang berasal dari nama suatu tempat di Aceh yaitu Kota Matang Geulampang Dua yang ada di Kabupaten Bireuen.

Sate Matang merupakan salah satu kuliner tradisional Aceh yang bukan hanya jadi makanan favorit para warga. Melainkan juga dicari oleh para wisatawan yang datang ke sana.

Sekilas, penampilan sepiring Sate Matang memang mirip dengan sate biasa pada umumnya. Tapi, cara penyajian dan cita rasa sate ini sesungguhnya berbeda lho.

Sate Matang enggak hanya disajikan dengan bumbu kacang, tetapi juga dengan nasi dan kuah soto. Dalam kuah soto, kamu bakal menemukan potongan kentang dan daging yang akan kian melengkapi sensasi menyantap makanan satu ini.

Rasa sate yang gurih dan kuah soto yang segar seakan ‘kawin’ di dalam mulut penikmatnya. Dan membuat sajian ini makin terasa istimewa.

Bisanya, Sate Matang dibuat dengan bahan dasar daging sapi atau kambing. Sebelum dibakar, daging ditusuk dan direndam dalam bumbu sampai meresap.

Kuah sotonya sendiri terbuat dari kaldu kambing yang diolah dengan bumbu rempah khusus. Sementara, bumbu kacang dibuat dengan cara ditumbuk sampai halus.

Mau mencobanya? Kamu bisa mampir ke kawasan kuliner Peunayong dan bakal menemukan Sate Matang di sana. Kawasan Peunayong buka dari sore hingga malam hari. Untuk seporsi lengkap Sate Matang kamu hanya perlu merogoh kocek Rp20 ribu sampai Rp25 ribu rupiah. Selamat kulineran!

 

NET.CJ CAHAYA RAMADHANI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments