Memasuki awal tahun, hujan memang laten mengguyur hampir semua daerah yang ada di Tanah Air setiap hari, bahkan kerap berujung banjir. Namun, enggak selamanya hujan datang membawa bencana. Bahkan bisa jadi sumber rezeki bagi yang mampu melihat manfaatnya.

Adalah Thomas Adi, pemilik kedai Oemah Udan yang berarti Rumah Hujan. Ia mampu melihat peluang dari air hujan yang kerap turun di Kota Semarang, Jawa Tengah. Di kedai Oemah Udan, seluruh air yang dipakai untuk memasak menu berasal dari air hujan yang telah ditampung dalam bak bervolume 13 meter kubik.

Sebelumnya, Thomas melakukan penelitian tentang penduduk desa lembah gunung di Muntilan. Yang bebas diabetes dan batu ginjal, karena masih menggunakan air hujan untuk minum.

"Kami sedang mengkampanyekan hujan untuk dimanfaatkan secara maksimal. Terlebih, saudara kita yang di daerah sulit air bersih," ujar Thomas.

Sebelum dimasak untuk menyajikan menu, air hujan melewati sejumlah proses terlebih dahulu, salah satunya proses ionisasi untuk memisahkan air basa dan asam. Air basa memiliki pH di atas 9, di mana kandungan logam dan mineralnya lebih rendah sehingga sehat bagi tubuh. Air pun kemudian dimasak untuk dipakai membuat makanan atau minuman seperti kopi.

"Rasanya yang pertama amazing banget ya minum kopi dengan air hujan, baru pertama kali saya. Rasanya kayaknya enggak jauh beda dengan air biasa," ungkap Yessica Sri, salah satu pengunjung kedai.

Thomas sendiri berharap, inovasinya ini bisa membuat masyarakat sadar akan manfaat ait hujan yang melimpah di Indonesia. Dan, mampu mengolahnya dalam skala yang lebih besar.

 

 

 

YUSUF HANGGARA

 

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments