Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh kembali menggelar hukuman cambuk di halaman Masjid Jamik Lungbata, Banda Aceh, Jumat 20 April 2018. Pelaksanaan hukuman cambuk kali ini masih dilakukan seperti sebelum-sebelumnya. Meski sebenarnya beberapa hari yang lalu Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2018 baru saja ditandatangani oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Pergub ini memerintahkan agar hukuman cambuk dilakukan secara tertutup di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
 
Kurangnya sosialisasi dan tata cara pelaksaan hukuman cambuk di dalam lapas dan belum adanya pernyataan resmi dari para ulama menjadi kendala bagi Pemkot Banda Aceh untuk mengikuti Pergub tersebut. Nantinya setelah ada kesepakatan dan arahan dari alim ulama,  Pemkot siap melaksanakan hukuman cambuk secara tertutup.
 
“Yaa kebijakan itu belum kita laksanakan, Pergub itu secara teknis belum lengkap, misal berapa orang yang bisa masuk ke lapas,” ujar Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin.  “Jadi nanti kita duduk dulu dengan ulama di Banda Aceh, kalau ulama bilang dimanapun boleh dilaksanakan, kita akan mengacu dan mengikuti arahan para ulama,” lanjut Zainal.
 
Pro kontra terhadap Pergub Aceh meruncing sejak dua hari terakhir. Aksi tolak hukuman cambuk secara tertutup terus digulirkan oleh sejumlah elemen masyarakat Aceh yang tergabung dalam ormas Islam dan organisasi kemahasiswaan. Sejak tahun 2001, Aceh merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang memberlakukan syariat Islam sebagai upaya mencegah berbagai bentuk penyakit masyarakat.
 
MUNANDAR SYAMSUDDIN 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments