Senin pagi, mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Emir diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Soetikno Soedarjo. Soetikno merupakan Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi yang diduga bertindak sebagai perantara suap.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Januari 2017, hingga kini KPK belum menahan Emir. Emir diduga menerima suap berupa uang senilai 2 juta dollar AS dan barang senilai 2 juta dollar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia, dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce. 

Menurut KPK, suap diberikan Rolls-Royce agar perusahaan asal Inggris tersebut menjadi penyedia mesin bagi maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Kerja sama pengadaan mesin pesawat tersebut juga diduga diperantarai oleh Soetikno.

Soetikno merupakan pemilik manfaat (beneficial owner) Connaught International Pte Ltd. Perusahaan yang berdomisili di Singapura ini mempunyai hubungan dengan Airbus dan Rolls-Royce sebagai konsultan penjualan pesawat dan mesin pesawat di Indonesia.

Emirsyah Satar selama memimpin Garuda Indonesia sebenarnya mempunyai prestasi mentereng. Sejumlah institusi memberinya berbagai penghargaan dan apresiasi. Di antaranya sebagai CEO Terbaik 2013, CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012, Indonesia Most Admired CEO 2013, dan CEO Inovatif untuk Negeri. 

Prestasi Emirsyah pun diakui di kancah internasional, di antaranya Asia Pacific Entrepreneurship Award 2014, untuk kategori “Outstanding Entrepreneurship”. Sayang, rekam jejak Emir yang mengagumkan itu kini tercoreng dengan kasus dugaan korupsi di masa pensiunnya. Foto-foto Emirsyah Satar diperiksa komisi anti rasuah, kami bingkai dalam foto-foto di atas.

PRITA KUSUMA | ALFONSIUS MANOPO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments