Tiga siswa SD Mutihan, Banguntapan, Bantul berinisial RA, Y, dan D mengalami pusing dan sempoyongan setelah mengonsumsi obat penenang berjenis riklona clonazepam, Selasa (20/02).

Salah satu dari mereka, RA, tak kuat dan pingsan saat berjalan menuju ke sekolah. Oleh sang guru, siswa kelas tiga itu dilarikan ke puskesmas terdekat untuk diberikan perawatan medis.

Berdasarkan keterangan polisi, sebanyak 5 butir obat diperoleh secara tidak sengaja di depan sebuah toko waralaba. Tiga butir dibuang, sementara dua sisanya digerus menjadi puyer lalu diminum. 

"Obat tersebut tergolong obat keras jadi tidak boleh digunakan sembarangan. Kepada kami mereka mengaku menemukan obat itu di depan toko waralaba di sekitar kawasan Pakualaman," ujar Kompol Suhadi, Kapolsek Banguntapan kepada NET.

Meski demikian, polisi tak serta merta memercayai keterangan si bocah dan tetap mendalami dari mana obat-obat tesebut berasal. 

Riklona clonazepam adalah derivatif dari obat bernama benzodiazepine. Benzodiazepine adalah obat yang digunakan untuk mengobati kecemasan (obat penenang), tetapi juga efektif dalam mengobati beberapa kondisi lain.

Mekanisme kerja benzodiazepine masih belum diketahui secara pasti. Yang jelas, obat ini bekerja dengan cara memengaruhi neurotransmiter di otak, bahan kimia yang dikeluarkan oleh saraf untuk berkomunikasi dengan saraf lain di dekatnya.

Adapun efek samping yang paling umum terkait dengan benzodiazepine adalah:

1. Sedasi atau ketenangan
2. Pusing
3. Lemas dan goyah
4. Mengantuk
5. Hilang orientasi
6. Pusing
7. Gangguan tidur
8. Bingung
9. Lekas marah dan agresif
10. Kegembiraan berlebihan atau tidak wajar
11. Gangguan memori

SLAMET LESTIORO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments