Pesawat nirawak Amerika Serikat, MQ-9 Reaper, menghancurkan sebuah tank T-72 milik militer Rusia di palagan Al tabiyeh, Suriah Minggu, (11/02) pekan lalu. 

Pejabat teras Amerika Serikat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, serangan itu membunuh dua orang tentara pro pemerintah Suriah. Tank itu dihancurkan karena memasuki zona militer AS yang didukung pasukan artileri. 

Di tempat terpisah, Letjen Jeffrey Harrigian, pemimpin tertinggi Angkatan Udara AS di Timur Tengah enggan berspekulasi ihwal siapa orang yang berada di dalam tank nahas itu.

Ia hanya memastikan, tak satupun dari pasukan AS dan Syrian Democratic Forces (SDF), yang dipimpinnya meninggal dalam serangan udara tersebut.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menanggapi dingin serangan ini. "Itu mungkin hanya dua orang lokal sedang melakukan sesuatu. Saya tidak ingin melihat ini sebagai serangan besar."

Serangan drone ini terjadi beberapa hari setelah sebuah pangkalan milisi Suriah dukungan Amerika Serikat, Syrian Democratic Forces (SDF), yang didominasi pasukan Kurdi, hendak diserang sekitar 500 pasukan milisi pro pemerintah Suriah di daerah Deir Ezzor. Percobaan itu gagal total, sebanyak kurang lebih 100 pasukan penyerang tewas tertembak.

Saat itu, pasukan khusus AS, yang bertugas di lokasi, menyerang pasukan pro pemerintah Suriah menggunakan berbagai kekuatan udara canggih seperti pesawat tempur F-15E, drone MQ-9, pasukan pengebom B-52, pesawat AC-130 dan helikopter penyerang Apache AH-64.

Serangan pasukan khusus Amerika ini berlangsung selama sekitar tiga jam. "Begitu pasukan penyerang bergerak ke barat, kami berhenti menyerang," kata Harrigian. Dalam peristiwa in, sekitar selusin pasukan tentara bayaran Rusia tewas.

Insiden itu memanaskan hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia di Suriah. Masing-masing memiliki pasukan milisi yang mereka dukung dan persenjatai. Rusia mendukung pasukan pemerintah Suriah. Sedangkan AS mendukung pasukan SDF, yang berupaya menjatuhkan rezim pemerintah Bahar Al Assad.

Presiden Assad, yang didukung Rusia dan milisi dukungan Iran, mengatakan akan mengambil alih semua wilayah negaranya, yang saat ini masih dikuasai SDF. 

STRAIT TIMES

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments