PT. Astra International Tbk ( ASII) berinvestasi di Go-Jek sebesar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun. Presiden Direktur Astra Internasional Tbk Prijono Sugiarto mengatakan, pihaknya tertarik menyuntikkan dananya di Go-Jek karena menganggap perusahaan besutan Nadiem makariem itu memiliki masa depan yang cerah.

"Bahwa akhirnya kami memutuskan untuk investasi. Ini adalah investasi terbesar kami di era digital sebesar US$ 150 juta," tuturnya dalam Konfrensi Pers Astra X Go-Jek di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Indikator ini terlihat dengan masuknya Go-Jek ke dalam daftar 56 perusahaan yang memberikan perubahan besar bagi dunia. Bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang lebih dahulu telah memiliki nama, seperti Apple, Microsoft, dan Google.

"Saya bangga membaca bahwa pada September 2017 ada 56 perusahaan yang mengubah dunia. Go-Jek masuk di sana. Satu satunya dari indonesia," tambah Prijono.

PT Astra International Tbk ( ASII) berinvestasi di Go-Jek sebesar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun. (Go-Jek)

Selain itu, Prijono menilai Go-Jek memiliki banyak kesamaan bisnis dengan Astra yang bisa dikolaborasikan lebih lanjut.  Dalam hal ini, ASII memegang 56 persen pangsa pasar kendaraan roda empat di Indonesia. Pada segmen sepeda motor, ASII juga menguasai 75 persen pangsa pasar sepeda motor.

ASII juga menggarap bisnis asuransi dan leasing. Ke depannya, tak menutup kemungkinan ASII juga bisa bekerjasama di daerah-daerah yang belum tersentuh Go-Jek, salah satunya di Papua.

Di tempat yang sama, CEO Go-Jek Nadiem Makarim menyambut baik suntikan modal tersebut. Alumnus Harvard itu mengatakan investasi yang diterimanya kali ini adalah salah satu yang paling besar sepanjang sejarah. 

Dengan dana yang diperolehnya kali ini, Nadiem mengklaim akan melahirkan inovasi dan menjadikan Indonesia sebagai negara super power di Asia Tenggara dan dunia.

"Ada beberapa fakta menarik investasi ini, pertama ini menjadi investasi terbesar sepanjang sejarah. Ini merupakan hal yang membanggakan pemain besar berpartisipasi dalam ekosistem digital di Indonesia," jelas Nadiem.

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments