Jurnal Nature Climate Change terbitan 2018 mengungkap fakta baru mengenai kondisi bumi. Penelitian yang ditulis oleh ilmuwan lingkungan dari berbagai perguruan tinggi itu mengatakan: bumi akan mengering jika manusia tak bisa menghentikan pemanasan global.

Jurnal tersebut memperingatkan, 25 persen permukaan bumi akan menjadi gersang apabila para pemimpin dunia tidak berkomitmen terhadap Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Paris yang membahas tentang perubahan iklim.

Di tahun 2050, bumi akan berubah menjadi gurun akibat kenaikan suhu sebesar 2 derajat celcius selama 32 tahun berturut-turut. 

"Jika kenaikan rata-rata suhu mencapai 2 persen, kami memprediksi aridifikasi (kegersangan) akan melanda 20 hingga 30 persen permukaan bumi," ujar Manoj Joshi, peneliti yang terlibat dalam penelitian ini.

Dampak dari kekeringan bisa diperkecil hingga 2/3 bagian apabila kenaikan suhu hanya mencapai 1,5 derajat Celcius. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dampak dari kekeringan bisa diperkecil hingga 2/3 bagian apabila kenaikan suhu hanya mencapai 1,5 derajat Celcius. (WIKIMEDIA)

Namun, fakta yang terjadi di lapangan masih jauh panggang dari api. Audit tahunan PBB mengatakan: hingga tahun 2030 bumi menghasilkan emisi karbon dioksida sebanyak 53 hingga 55,5 miliar ton. Untuk menghindari kenaikan suhu sebesar 2 derajat Celcius, jumlah emisi karbon tak boleh lebih dari 42 miliar ton.

KTT perubahan iklim sendiri diselenggarakan dua tahun sekali sejak 195 negara mengadopsi Perjanjian Paris. Perjanjian itu bertujuan untuk mencegah dampak terburuk dari pemanasan global.

Para pengamat dan peserta KTT memperingatkan, tanpa triliunan dolar investasi dalam energi bersih, tujuan perjanjian untuk menjaga pemanasan global di bawah 2 derajat Celsius (3,6 derajat Fahrenheit) adalah sebuah angan-angan belaka. 

Jurnal Nature Climate Change memprediksi, beberapa wilayah di bumi akan merasakan dampak terparah dari kekeringan ini. Antara lain: Amerika Tengah, Asia Tenggara, Eropa Utara, Afrika bagian selatan, dan Australia bagian Utara.

NATURE CLIMATE CHANGE 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments