Akhir bulan Oktober lalu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Seksi 1 Serang berhasil mengamankan dua ekor Kukang Jawa di Kabupaten Pandegelang. Satu ekor diserahkan langsung oleh pemiliknya, satu ekor lagi ditangkap petugas di sebuah tiang listrik yang terpasang di permukiman warga.

Kesadaran masyarakat mengenai hewan dilindungi tersebut masih sangat rendah. Peneliti Konservasi Satwa Liar Universitas Gadjah Mada Muhammad Ali Imron mengatakan, perdagangan liar merupakan penyebab utama menurunnya populasi Kukang Jawa di Indonesia.

“Perburuan kukang cukup tinggi untuk diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan hingga populasi di alam terus menurun,” kata Imron.

Selain perburuan, penurunan populasi hewan bernama latin Nycticebus javanicus itu juga disebabkan oleh hilangnya habitat. Hutan tropis yang selama ini menjadi rumah mereka beralih fungsi menjadi perkebunan dan permukiman. 

Undang-undang Konservasi Keanekaragaman Hayati memasukan Kukang Jawa ke dalam daftar hewan dilindungi. International Union for Conservation of Nature (IUCN), bahkan memasukan kukang kedalam kategori hewan terancam punah.

Sebagai pemakan serangga, Kukang merupakan salah satu hewan penyeimbang ekosistem. Jika ia tidak ada, ekosistem terancam timpang dengan merebaknya serangga menjadi hama. 

“Kukang juga berperan penting dalam penyerbukan dan penyebaran tumbuhan di alam,” kata Imron.

 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments