Pemandangan langka terlihat di sebuah lokasi di Kepulauan Chagos, 500 kilometer sebelah selatan Maladewa: dengan kejam dan membabi buta, seekor kepiting kelapa memangsa burung laut. 

Kepiting itu tampak menguntit mangsanya hingga ke atas pohon. Ia lalu melumpuhkan sang burung dengan mencapit kedua sayapnya secara bergantian hingga remuk.

Begitu burung mati, datang kawanan kepiting lain berjumlah lima ekor. Mereka bersama-sama merobek tubuh sang burung menjadi beberapa bagian lalu memakannya.

Kejadian ini direkam oleh Mark Laidre, peneliti dari Dartmouth College, Amerika Serikat. Video tersebut akan ia gunakan untuk mempelajari perilaku kepiting kelapa yang belum banyak diketahui orang lain.

"Pemandangan itu sangat mengerikan," ujar Laidre kepada New Scientist.

Laidre berencana melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui, apakah cara berburu demikian lazim dilakukan oleh spesies kepiting lain yang juga hidup di Kepulauan Chagos. 

Sebuah kamera pemantau akan diletakan di samping liang guna mengetahui kebiasaan-kebiasaan mereka. 

Kepiting kelapa merupakan spesies invertebrata terbesar di dunia. Ia bisa tumbuh hingga berat 4 kilogram dan panjang 1 meter. 

Temuan Laidre ini mengungkap fakta baru mengenai kepiting kelapa. Kepiting kelapa disebut dapat berburu secara aktif dan mampu memangsa hewan bertulang belakang seperti burung. 

Ia menduga jika kepiting raksasa itu mendominasi ekosistem di Kepualaun Chagos. Memuncaki rantai makanan sebagai predator nomor satu.

NEW SCIENTIST | DAILY MAIL

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments