Uji Coba bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara Minggu lalu memicu gempa buatan berkekuatan 6,3 magnitudo. Bom berdaya ledak 100 kiloton itu juga menyebabkan tanah longsor di sekitar pegunungan Punggye-ri, situs pegunungan tidak jauh dari lokasi pengeboman.

Kelompok studi Korea Utara, 38 North, mengunggah citra satelit di situs Punggye-ri sebelum dan sesudah pengeboman. Beberapa gambar menunjukan titik tanah longsor dari berbagai lokasi yang berbeda. 

Citra satelit di wilayah situs Punggye-ri sebelum dan sesudah uji coba bom hidrogen. (38 NORTH)

38 North mengatakan, gambar tersebut diambil satu hari setelah Korut meledakan bom hidrogen.  ledakan tersebut menimbulkan getaran besar yang membuat tanah di sekitar pegunungan terangkat dan ambles.

Situs Punggye-ri adalah medan latihan militer Korea Utara. Lima uji coba sebelum bom hidrogen dilakukan di sini. Menurut 38 North, dari seluruh uji coba yang dilakukan bom hidrogen memberikan dampak paling besar.

Citra satelit di wilayah situs Punggye-ri sebelum dan sesudah uji coba bom hidrogen. (38 NORTH)

Dilansir BBC, getaran kuat tidak menggugurkan kawah yang berada di Gunung Mantap, salah satu titik yang berlokasi di situs Punggye-ri. Meski demikian, ledakan itu membuat kanal yang dibangun di bawah tanah Punggye-ri hancur lebur.

Sikap para ahli terbagi dua dalam menanggapi dampak uji coba bom hidrogen di situs Punggye-ri. Dilansir The South China Morning Post, ahli geologi Cina memperingatkan bahaya potensi radiasi dari gunung Punggye-ri di masa depan. Sementara, peneliti dari 38 North mengatakan, uji coba bom hidrogen akan memicu erupsi gunung berapi di situs Punggye-ri.

Citra satelit di wilayah situs Punggye-ri sebelum dan sesudah uji coba bom hidrogen. (38 NORTH)

BBC | SCMP

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments